RESENSI
BUKU
FILSAFAT KEMUHAMMADIYAHAN SUATU PAPARAN RINGKAS
Prof.
Dr. H. Ismaun, M.Pd.
Pada bab 1 terdapat
pendahuluan yang berisi tentang dasar, tujuan, perkuliahan filsafat , berikut
juga implikasi dan implementasi, tujuan pembelajaran yang diharapkan, dan serta
sistematika pokok-pokok bahasan. Isi dari bab 1 ini berupa paparan tentang
mengenai Kemuhammadiyahan. Menjelaskan sebagai gerakan dalam Islam dan juga
sebagai organisasi.
Bab 2 berisi mengenai
tentang latar belakang sejarah Muhammadiyah di dirikan karena adanya praktik
penyelewengan tindakan dalam agama Islam, yaitu terdapat TBC (Tahayul, Bidd’ah,
Khurafat ) dan Muhhamdiyah bermaksud untuk membersihkan praktik penyelewengan
tersebut. Di dalam bab 2 ini mengenai gerakan reformasi dan moderenisasi umat
Islam di Indonesia terdapat Sarekat Islam (1912), Muhammadiyah (1912),
Persatuan Islam (1923), Nahdatul Ulama (1926),
Jami’atul Washliyah (1930).
Bab 3 berisi mengenai
pembahasan mengenai berdirinya persyarikatan Muhammadiyah. Berisi tokoh pendirinya
, yaitu KHA. Ahmad Dahlan. Kemudian tentang proses saat berdirinya Muhammadiyah
dengan diajukan surat permohonan kepada Gubernur Jendral Belanda. Terdapat juga
arti Muhammadiyah dan tentang penjelasan lambang, maksud dan tujuan dari
Muhammadiyah.
Bab 4 berisi mengenai
tentang sekilas filsafat dan filsafat hidup. Berisi mengenai paparan tentang
pembahasan filsafat secara umum dan memberikan penjelasan mengenai berbagai
aliran filsafat . Memang kebenaran semua ilmu pengetahuan dan falsafah itu
bersifat relatif, sedangkan agama yang berasal dari wahyu Illahi, bersifat
mutlak dan abadi.
Bab 5 mengenai Filsafat
Kemuhammadiyahan berisi mengenai metodelogi pengkajian dan pembahasan mengenai
isi dari filsafat Kemuhammadiyahan yang ditinjau dari berbagai disiplin ilmu,
yaitu sejarah, psikologi, sosiologi, antropologi, politik, ekonomi filsafat,
dan agama.
Bab 6 isinya membahas perkembangan Muhammadiyah dan
peran tokoh-tokoh pemimpinnya. Pada masa
kepemimpinan oleh KH. Ahmad Dahlan
(1912-1923) pengaruh Muhammadiyah masih terbatas di karesidenan
Yogyakarta, Surakarta, Pekalongan, dan Pekajangan. Pada tahun 1925, Abdul Karim
Abdullah membawa Muhammadiyah ke Sumatera Barat dan dari inilah Muhammadiyah
menyebar keseluruh Indoesia.
Bab 7 mengenai
pembahasan satu abad usia Muhammadiyah tantangan, masalah dan harapan.
Muhammadiyah memperingati HUT ke-100
pada tanggal 8 Dzulhijjah 1430 H, atau bertepatan pada tanggal 25 November
2009. Tantangan yang muncul adalah
semakin meningkatnya tuntutan hidup, perkembangan IPTEK, baik masalah secara
internal dalam organisasi Muhammadiyah dan eksternal dari luar. Harapannya
Muhamamadiyah diharapkan mampu melintasi
dan mengikuti perkembangan zaman.
Bab 8 mengenai isi
konsep Islam tentang pendidikan dan
kaitan fungsi filsafat kemuhammadiyahan. Bahwa pendidikan dalam Islam adalah
tarbiyah dan fungsi filsafat kemuhammadiyahan berisi mengenai pembahasan isi
karakteristik ideologi yang diusung Muhammadiyah yang sesuai dengan ajaran
Islam.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar