Rabu, 11 Oktober 2017

Song of PMR



PMRI = RME
Pendidikan untuk kita
Matematika itu asyik
Realistic penuh makna
Indonesia kita jaya

Realistic is my choice
Mathematic is always fun
Education belonging to us for you for me together

Soal susah itu biasa
Lama lama juga bias
Siapa yang tahu pasti
Matematik realistik

credit by Puri Handayani

Selasa, 27 Juni 2017

Mel Silberman (1996:2)


Apa yang saya dengar, saya lupa.
Apa yang saya dengar dan lihat, saya ingat sedikit.
Apa yang saya dengar, lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan beberapa teman lain, saya mulai paham.
Apa yang saya dengar, lihat, diskusikan, dan lakukan, saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan.

Apa yang saya ajarkan pada orang lain, saya kuasai.

Pembelajaran Berbasis Multikultural


Pembelajaran multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui, menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras, kelas, ( Sleeter and Grant, 1998 ). Pendidikan multikultural mencoba menyatukan bangsa secara demokratis, dengan menekankan pada persepektif pluralitas masyarakat di berbagai bangsa, etnik, kelompok yang berbeda. Dengan demikian sekolah dikondisikan untuk mencerminkan praktik-praktik nilai demokrasi.

Pembelajaran ini didasarkan pada filosofi kebebasan, keadilan, kesederajatan, dan perlindungan terhadap hak-hak manusia. Bahwa hakikatnya mempersiapkan seluruh siswa untuk berkerja secara aktif menuju kesamaan struktur dalam organisasi dan lembaga sekolah. Selain itu berusaha memberdayakan siswa untuk berusaha mengembangkan rasa hormat kepada yang berbudaya yang berbeda dan untuk memberi kesempatan untuk berkerja sama dengan orang yang berbeda dengan rasa tau etnik lain.

Tujuan ini diidentifikasi : 1). Memandang keberadaan siswa yang beraneka ragam. 2). membantu siswa dalam perlakuan positif dalam menghadapi perbedaan kultural, ras etnik, kelompok keberagaman, 3). Mengajarkan siswa dalam mengambil keputusan dan keterampilan sosialnya, 4). membantu peserta didik dalam membangun ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran positif kepada mereka mengenai perbedaan kelompok (Banks, dalam Skeel, 1995)

Mengapa perlu pembelajaran berbasis multikultural ?
  1. Mampu meningkatkan empati dan mengurangi prasangka warganegara antarbudaya agar mampu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan (nonviolent).
  2. Mengedepankan proses interaksi sosial dan memiliki kandungan afeksi yang kuat.
  3. Membangun kolaboratif dan memiliki komitmen nilai yang tinggi dalam masyarakat yang majemuk.
  4. Memberikan penyelesaian dalam mengelola konflik SARA yang timbul di masyarakat dengan cara meningkatkan empati dan mengurangi prasangka.

Dengan kata lain bahwa sekolah adalah awal tempatnya bertemu dengan kelompok rasial dan etnis yang berbeda namun dalam perbedaan itu sekolah harus bisa memberikan pengalaman ilmu dan hak yang sama dalam proses pendidikan dengan juga menanamkan pendidikan multi kultural dan bukan hanya mengajarkan ilmu-ilmu akademis dan disertai pembekalan pendidikan ilmu agama.

Diskriminasi Rasial


Sebanyak 69 orang tewas dan 80 orang ditahan di Sharpeville, Afrika Selatan, pada 21 Maret 1960. Mereka menentang politik apartheid, yang membedakan perlakuan berdasarkan warna kulit. Apartheid terjadi dimulai tahun 1948- 1991. Tanggal itu dijadikan hari internasional penghilangan diskriminasi rasial. Tapi hingga kini, tindakan rasis masih terjadi di segala penjuru dunia.

Terdapat 4 pembagian ras : 1. Bantu ( Kulit Hitam ), 2. Kulit Putih, 3. Campuran, 4. Asia. Delapan puluh persen tanah dikuasai kulit putih. 3,5 juta orang kulit hitam dipaksa mengungsi dan jatuh miskin. Lebih dari 21.000 korban meninggal, 14.000 diantaranya selama masa transisi 1990- 1994. Sebanyak 132 tahan politik di eksekusi.

106 ribu kebencian bernada rasis pertahun di Inggris Raya  sepanjang tahun 2012 -2015. Sebanyak 57% kenaikan angka kejahatan rasisme selama empat hari setelah Brexit. Sebanyak 47,1% orang Jerman mengeluh terlalu banyak pendatang dari negara lain. Diantaranya 30% menginginkan imgiran diusir. Kemudian sebanyak 6 juta orang Yahudi disebutkan tewas dalam Holocaust akibat Perang Dunia ke II. Dari negara Jepang 1 dari 3 pekerja asing mengalami diskriminasi.

Sebanyak 43,5% orang Afrika Selatan jarang berinteraksi dengan warga ras lain. Lebih dari 800 ribu warga Rwanda tewas pada tahun 1994 akibat genosida karena persoalan ras. Di Amerika 6 dari 10 orang menilai belum ada persamaan hak antara kulit hitam dan kulit putih. Sebanyak 66% orang kulit hitam menyatakan kesempatan kerja untuk mereka masih kurang. Sebanyak 75% warga kulit hitam menilai kualitas pendidikan untuk mereka masih rendah.

Terdapat sebanyak 80% pengendara di New York yang diberhentikan polisi berkulit hitam dan latin, 85% digeledah, termasuk 8% pengendara yang dihentikan berkulit putih. 10% hukuman kulit hitam lebih lama ketimbang kulit putih untuk kasus yang sama pada tahun 2010. Sebanyak 43% orang kulit hitam pesimistis bakal ada persamaan dengan kulit  putih.

Sumber : BBC, BRITANICA, GUARDIAN, HISTORY, INSTITUTE OF RACE RELATIONS, PEW RESEARCH CENTER, SOUTH AFRICAN HISTORY ONLINE, TELESURV, UNITED NATIONS.

 “Penulis’’ menulis ulang dari majalah Tempo halaman 29 terbitan 10-16 April 2017. Jika terdapat kesalahan dalam menulis informasi di dalam artikel ini mohon penulis di maafkan oleh para pembaca.


Puisi “Bhineka Tunggal Ika’’


Bhineka Tunggal Ika
Lambang negara kita
Republik Indonesia
Beribu-ribu pulaunya
Berjuta-juta rakyatnya
Namun satu citanya
Bhineka Tunggal Ika
Ikrar kita bersama
Kita bina bersama
Kita bina selamanya
Persatuan bangsa
Kesatuan Jiwa
Indonesia bahagia
(Syair : A. Thalib)


Wiratman Wangsadinata



Guru besar yang merancang jembatan Selat Sunda ini meninggal di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Pria yang disebut guru para ahli konstruksi dalam negeri ini meninggal pada usia 82 tahun. Wiratman yang mengawali kariernya setelah lulus dari Institut Teknologi Bandung, juga dikenal sebagai pengusaha sukses dengan mendirikan lembaga konsultan yang sudah merancang ribuan konstruksi di dalam dan di luar negeri.

Senin, 26 Juni 2017

TAMIANG PUNGON


Jumolo do hita, mandok mauliate tu Tuhan ni. Dilehon di hita hahipason, marpungu di bagasan on. Dosa na mi sesama unang torob boi pasu-pasu, nahombur tu Tuhan mi. Sipanganon dohot di inumon marade bahen ma tau sibuk dohot pargogo.

Amen.
SONAK MALELA

                                          1.     Mangunsong                        2. Marpaung                       3. R. Na.70
                              ( G. Batara Guru )                      ( R. Mardasul)

                  1.     Sakkarni Huta                       2. Ulu Balang Raja
                                           ( Salimbabiat )


1                                          1.                        Sibegulaos                             2. Pardede
                                                    ( Br. Siburian )                       ( Paronan )


                              1.                 R. Sipalado                      2. R. Sicang                       3. Mulia Raja
                      ( Parparean )                     ( Parsambilan )


         1.        Sahala Raja                      2. Toga Nabolon
          ( Dolok Polong)               (  Ht. Basasang )


          1.           R. Niaudau


         1.            Baginda Pilifus                        2. Parhurman

          1.            Anjar                                         2. Pargomgom I
           ( Davit )


1                                     1.      Appanottong



         Credit oleh : Voltaire820@BLOGSPOT.COM