Kamis, 04 Februari 2016

Pandangan Buddha

Dalam  sebuah  catatan  sejarah  dapat  ditemukan,  dua  puluh  lima  abad  lampau  di Tamnan Lumbini, kerajaan Kapilawastu (masuk wilayah Nepal sekarang). Dari keluarga Gotama   raja   Suddhodana   dan   permaisyuri   Dewi   Maya,   seorang   putra   mahkota Pangeran Siddharta Gotama lahir, pada purnama bulan Wesak 623 S.M. Pertumbuhan dan perjalanan hidupnya, Siddharta mengembara dari waktu ke waktu
melintasi  dua  lorong  hidup  ekstrem. Pertama,  lorong  ekstrem  kemewahan  materi duniawi seorang putra mahkota, dan kedua, lorong ekstrem menyiksa diri hidup dalam pertapaan  di  hutan Uruvelasenanigama
selama  enam  tahun  hampir  saja  Ia  mati.  Di penghujung perjalanan pengembaraan spiritual emperis penuh tesis, sintesis, antitesis, hipotesis melintasi    dua    lorong    ekstrem.    Dalam    kesendiriannya    yang    mandiri, bermeditasi  total  secara  intologi  wadag  dan  rohani,  dinaungi  payung  alam  cakrawala sempurna,  dihias  bintang-bintang  beterbaran  di  langit  angkasa raya,  dihibur  suara burung-burung bersahut-sahutan merona mengharu kalbu, serta sayup-sayup terdengar desis  semilir  angin  berirama  seruling  sunyi.  Siddharta  duduk  bersila  kaki  bersilang posisi padmasana mudera di bawah rindang pohon Bodhi bersamadhi.Tepat  pada  purnama  sempurna  bulan  Wesak  588  SM.  Seberkas  cahaya  memancar
terang mencerahkan lelaku bertapa Siddharta sampai pada titik simpul penemuan yang sejak  jutaan  tahun  dicari  melalui  ribuan  kali sirkular kelahiranya penuh  tesis,  sintesis, antitesis, hipotesis.Saat itu Siddharta sukses menemukan multiplechoice jawaban yang mudah  bisa  demengerti,  bukan  saja  jawaban  sulit  dipahami,  berupa  jawaban  yang hanya  berdasarkan  pasrah  mentah - mentah  pada  kauasa  allah  guna  menyelesaikann sebuah  masalah.  Sangat  cerah  Siddharta  bisa  membaca  bahasa  bisik  alam,  mampu
membuka  kunci  rahasia  semesta,  dapat  memutar  roda  hukum  kehidupan,  menjadi seorang  Buddha  guru  para  dewa  dan  manusia,  pembimbing  semua  mahkuk  tiada taranya, patut dimuliyakan.

Pokok pikiran dari ajaran dan anjuran Buddha; ”Dengan daya usaha benar seseorang mampu menciptakan   kesenangan,   kebahagiaan,   ketenangan   lahir   batin   tanpa berdampak    penderitaan. Dengan    cara, ”Anti    kekerasan,    tidak setuju    dengan pembunuhan,   tidak   melakukan   kejahatan,   menambah   kebajikan,   membersihkan batin”. Cara  yang  lain,”Menempatkan  harga  hidup  di  atas  harga  diri.  Menempatkan harga  diri,  di  atas  harga  materi.Memberi  garis  batas  wilayah  hukum  dua  dunia; dunia  sekular  dan  dunia  spiritual,  meliputi  hukum  adat,  hukum  negara,  dan  hukum alam   semesta,   jelas.”
Hingga   harmoni   kehidupan   dapat   amat   terasa,   meresap, menenteramkan.  Mahkluk -mahkluk  sekecil  apa  pun  merasa  aman  tanpa  terancam kehilangan  hidupnya.  Isi  alam  semesta  gegap  gempita  berpesta  raya  turut  menyambut sukses pertapa Siddharta Gotama menjadi Buddha.Genap  usia  80  tahun  Buddha  Gotama  mangkat,  purnama  bulan  Wesak/Mei  543 S.M.   Empat   tempat   peninggalannya,   yaitu   tempat   kelahiran   (Lumbini);   mencapai pencerahah  (Bod  Gaya);  tempat  pertama  Memutar  roda  hukum  Dhamma  (Varanasi); dan  tempat  wafat  (Kusinara);  masih  dikunjungi  ribuaan  orang  dari  berbagai  belahan dunia hingga saat ini. Bumi, langit, samudera raya menjadi saksi. 


Buddha  mengajar  selama  45  tahun,  rata-rata  setiap hari  memberikan statemant 5-6 kali,  diberikan  di  berbagai  tempat  dalam  bermacam  kejadian.  Terdapat  84.000  judul kotbah  yang  disampaikan  meliputi  percakapan  panjang,  percakapan  sedang  dan  syair-syair  pendek.  Setelah  ajaran  dihimpun  dan  disusun  kembali sesuai  isi  dan  kejadian pesan  yang  disampaikan  dapat  dikelompokan  menjadi  tiga  kelompok; Vinayapitaka, Suttapitaka, Abhidhammapitaka.Kelompok   pertama Vinaya   Pitaka;ditujukan   untuk   pedoman   tata   kehidupan bhikkhu.  Yang  membedakan  hikkhu  dengan  kaum  awam tata  aturan  kehidupannya. Bhikkhu terikat dengan 227 tata aturan kemoralan, menganut azas ”3 AT”; taAT, kuat tirakAT,  selibAT.  TaAT  artinya, (patuh  tata  tertib  peraturan  yang  diberlalukan hidup kebhikkhuan 227 sila kemoralan), kuat tirakAT (dalam 24 jam hanya makan 1-2 kali dari jam 06-12 siang waktu setempat, selewatnya tidak makan lagi tinggal minum ringan tanpa susu), dan selibAT(tidak menikah). Kelompok kedua
Sutta  Pitaka; memuat  tentang  tata  hidup  masyarakat  awam,  para negarawan,  rohaniwan yang biarawan, dalam hubungannya secara vertikal, horisontal, dan internal (hubungan  pribadi  dengan  yang  maha  suci;  hubungan  pribadi  dengan sesama   pribadi   dan   lingkungan,   dan   mengenal   pribadi   diri   sendiri   berwatak, berkelakuan).  Kelompok  ketiga Abhidhamma  Pitaka, memuat  tentang  meta  fisika, mekanisme batin dan cara berkerja pikiran. Ketiga-tiganya  dihimpun  menjadi  satu  Kitab  Tipitaka  (Pali),  Tripitaka  (Sankerta). Untuk  selanjtnya  Tipitaka  menjadi  kitab  suci  keagamaan  Buddha.  Buddha  Gotama mengajar menggunakan tiga media bahasa. Pertama, bahasa lisan, kedua, bahasa tubuh atau  tindakan,  dan  ketiga,  bahasa  simbol  atau  tulisan.  Zaman  raja  Asoka  (244  S.M), kitab agama Buddha Tipitaka mulai tituliskan di atas media buku kering-kertas, kayu, batu,  logam,  yang  sebelumnya  selalu  diajarankan  dengan  media  buku  basah,  berupa tradisi lisan dan tindakan. Ajaran Buddha dipraktekan manusia tanpa pandang beda status sosial, tingkat strata dan  bangsa  hingga  saat  ini.  Menjalar  keluar  dari  tempat  penemuannya  India  dan menyebar   ke   bebagai   penjuru   dunia.   Pernah   pelajaran   tentang   hukum   rahasia kehidupan,   hukum   perundang-undangan   dilarang   potong   pohon   ajaran   Buddha Gotama  menjadi  pedoman  hidup  masyarakat  secara  turun  temurun  hingga  ribuan tahun  di  Bumi  Nusantara  (di  Jakarta  juga).  Setelah  ganti  agama,  ajaran  hukum  tata kehidupan,   hukum   perundang-undangan  dilarang   potong   pohon   ajaran   Buddha Gotama,  sengaja  atau  tanpa  sengaja  dihilangkan,  hutan-hutan  bisa  bebas  ditebang. Tetapi  tanpa  dikira,  akibatnya sangat  terasa.  Ekosystem  lingkungan hidup,  ekologi  tata hukum kehidupan harmoni menjadi rusak berat, amat parah dibuatnya. Karena potong pohon  tanpa  dilarang,  maka  muka  bumi  menjadi  gundul  dan  gersang.  Karena  bumi gundul  dan  gersang  akibantnya  “sumber-sumber  mata  air”  mengering,  menjadi  kering kerontang,  Karena  “sumber-sumber  mata  air”  mengering,  menjadi  kering  kerontang, dampaknya   panas   bumi   tak   terkendali.   Dari   hari   ke   hari   panas   bumi   semakin mendunia.   Menjadi   proyek   modern   problem   sosial,   pemanasan   global.

Dua ribu lima ratus (2500) tahun lampau kehadiran Buddha Gotama di muka bumi sungguh  mengejutkan  kaum  mapan  sebelumnya.  Pandangan  tentang  adanya  manusia dan bumi dari serba ”penciptaan”tunggal, segera ternyata terganti dengan paham baru, bukan   penciptaan   tetapi   karena   adanya ”mekanisme”
proses   bekerjanya   hukum universal alam   pandangan   penemuan   Siddharta.   Secara   utuh   seluruh   apa   yang disampaikan Siddharta Buddha Gotama berupa ”pernyataan” dan bukan ”perintah atau ”larangan” yang bersifat situasional. Secara   saintis   Buddha   menyatakan   ”hidup”   artinya   gerak,   ”kehidupan”   adalah berkembang.  Hidup  dan  kehidupan  berarti  ”bergerak  dan  berkembang”.  Kelahiran mahkluk   hidup   bukan   buah   penciptaan   yang   maha   pencipta   melainkan   proses
bekerjanya  mekanisme  hukum  sebab-akibat (hukum  karma) yang  melibatkan  banyak aspek  perpaduan  unsur,  dan  bukan  satu-satunya  unsur  sebagai  aspek  juru  penentu. Bentukan -bentukan  perpaduan  bermilyar  unsur  energi  dan  materi  tersebut,  dapat disebut  ”mahkluk”.  Suatu  mahkluk  dapat  dibagi  menjadi  dua,  yaitu  mahkluk  hidup—bergerak,   dan   makluk   mati—benda-benda   tidak   bergerak.   Mahkluk   hidup   dibagi menjadi  dua,  yaitu  mahkluk  hidup  (padat)  Manusia,  Hewan,  Tumbuh-tumbuhan,  dan yang  kedua,  mahkluk  hidup  (halus)  terdiri  dua  jenis,  yaitu;  mahkluk  halus  para  Dewa
energi tinggi, bertempat tinggal di 26 tingkat alam surga. Adapun mahkluk halus energi rendah  adalah  para  mahkluk Peta (setan/syaiton),  bertempat  tinggal  di  50  lapis  alam neraka Yang  menyebabkan  mahkluk  terlahir  di  alam  surga  buah  tindak  kebajikannya,  dan menyebabkab   terlahir   di   alam   neraka   akibat   tindak   kejahatannya.   Oleh   karena kebajikan  dan  kejahatan  dilakukan  seseorang  tidak  sama  bersanya,  maka  surga  harus banyak,  dan neraka  harus  lebih dari  satu.  Sebab,  apabila  surga  hanya satu  dan  berlaku untuk  orang-orang  yang  berbuat  baik  banyak  atau  pun  orang -orang  yang  berbuat  baik sedikit  surganya  sama,  maka  bagi  yang  berbuat  baik  banyak,  dirugikan.  Sebaliknya apabila  hukuman  neraka  diberlakukan  untuk  penjahat  besar  maupun  penjahat  kecil siksanya  sama,  dijatuhkan  di  alam  neraka  yang  sama  (karena  neraka  hanya  satu), perlakuan hukum seperti itu hukum hakim tidak adil. Itu  sebabnya,  kata  Buddha  dalam  Kitab Peta  Vattu,oleh  karena  kebajikan  dan kejahatan dilakukan seseorang tidak sama bersanya, maka surga 26 tingkat, dan neraka 50 lapis. Dalam    kitab Mahaparinibbanasutta Buddha    menerangkan proses    terjadinya kelahiran  mahkluk-mahkluk.  Terdapat  empat  system  mekanik  hukum  universal  alam bekerja, pertama,   kelahiran   melalui   kandungan; kedua,
melalui   bertelur; ketiga, melalui  kelembapan;  dan keempat, melalui  spontan.  Jenis  keempat  spontan  hanya berlaku  pada  kelahiran  para  mahkluk  halus dewa dan peta/syetan.Kelembapan, berlaku  bagi  pembiaakan  jentik,  jamur,  bakteri  serangga  teretentu,  dan  sejenisnya. Adapun binatang tidak berkaki, berkaki dua; berkaki banyak, menetas melalui bertelur. Sedangkan  hewan-hewan  berkaki  empat  dan berdaun  telinga  lahir  melalui  kandungan. Dan mahkluk manusia lahir melalui rahim Ibunya. Diterangkan pula, komposisi mahkluk hidup manusia terdiri dari dua bagian, bagian badan jasmani, dan bagian batin rohani. Batin merupakan perpaduan dari empat unsur daya,  yaitu;  daya  tangkap  aroma,  rupa-rupa  warna,  suara  melalui  pintu-pintu  indriya; kedua, daya  serap  rasa  melalui  indra  perasaan; ketiga,daya  cipta  melalui  imajinasi pikiran,  dan keempat, daya  ingat  melaui  kesadaran.  Bagian  badan  jasmani  merupakan perpaduan  empat  unsur,  yaitu;  unsur  tanah (patavi),unsur  api (tejo),unsur  angin (wayo),
dan unsur air (apo). Bijja   Niyama—adalah   hukum cosmos tertib   alam,tentang   biji-bijian   organik.
 
Mempunyai  system  proses  bekerja  universal.  Kelahiran  manusia  tunduk  pada  hukum Bijja  Niyama  bekerja.  Melalui media  alam  menjadi  sebab  terjadinya  suatu  kelahiran mahkluk  hidup  manusia,  hewan  dan  pembiakan  tumbuh-tumbuhan.  Apabila  melalui mediasi yang sesuai bertemu di suatu waktu dan bekerja dalam tempo 2 x 24 jam, akan terjadi   kelahiran   mahkluk   hidup   manusia   baru.Mediasi empat   unsur   penyebab terjadinya  kelahiran  mahkluk  hidup  manusia  yang  dimaksud,  adalah; Unsur  pria (spirma), Unsur  perempuan(ovum), Unsur  masa  subur (temperatur), Unsur  energi alam; terdiri dari unsur, Tanah (Patavi---(Pali), Pratawi—(Snkt.), Pertiwi---(Ind.),Api (tejo),Angin (wayo (Pali),  Bayu (Snkt),dan Air (apo). Badan  jasmani  kita  2/3 berisi air. Dalam  tata  hidup  dan  kehidupan  manusia  di  muka  bumi,  Buddha  Gotama  tidak memilah   dan   memilih-milih   manusia   berdasarkan   kesukuan,   kebangsaan.   Tidak memihak  pada  bangsa  terplih,  atau  bangsa  terkutuk  seperti  pahan Hitlerisme.Tidak memberlakukan  umat  pengikutnya  dengan  diskriminasi  yang  dianggap  kafir  minggir. Juga  tidak  membedakan  pelayanan  berdasarkan rasis, color kulit dan klaster-klaster. Melainkan menganjurkan  dan  mengajarkan  agar  menjadi manusia  yang Pinter,  Bener, Kober. (Pandai,  Taat  hukum,  dan  Berpeduli).Mengingat  pada  hakikatnya  manusia terbentuk  dari  bahan  baku  tunggal  sama,  dari  unsur  tanah,  angin,  api,  air,  yang  sama milik  alam  semesta.  Kita  semua  bersaudara,  artinya  kita  semua  berasal  dari  ”satu udara”  yang  sama.  Hingga  seseorang  bisa  dan  mau  saling tolong  menolong,bukan saling tolong menyolong?

Pandangan Kaweruh Kejawen dipertanyakan  mana  duluan,  paham  Buddhis  atau  Kejawen.  Keduanya  mirip  sama pandangan.  Dalam  sebuah  penuturan  kisah  sejarah  yang  amat  kuno  (aku  durung  ono
(Jw.),  ditemukan  bukti-bukti  sejarah,  bahwa  agama  Buddha  sebagai  sandaran  spritual agama  raja  dan  rakyat,  pernah  menjadi  sabuk  pengikat  masyarakat  selama  seribuan tahun  di  Tanah  Jawa,  Nusantara,  hingga  dinasti  Madjapahit  surut.  Setelah  seribu (1000)  tahun,  suku  Sakya  (Buddha)  dan  suku  Drawida  (Hindu)  beranak  pinak,  turun temurun  membangun  peradaban  dinasti  di  Nusantara.  Dinasti  Madjapahit  surut  abad 15.  Diberbagai  daerah  yang  pernah  menjadi  wilayah  Madjapahit  agama  Hindu,  agama Buddha  ikut  surut,  kemudian memasuki  babak  sejarah  baru.  Terdapat  beberapa  versi tentang  agama  kedua  yang  masuk,  yaitu  agama  Islam.  Dan  Islam  Abangan  terbentuk. Berikut disusul agama Katolik masuk, Kristen Jawi Wetan terbentuk. Pertama,penganut   sepenuhnya   fanatik   agama   baru, dengan   extrem   menolak   agama   lama   yang   lain. Kedua,sementara  dengan  alasan  tertentu  kompromi  mau  menerima agama   baru   hanya   saja   dengan   istilah   indah   baru   yang dibuatnya   sendiri. Ketiga,sedangkan kaum   militansinya secara  radikal  menyangkal  dan  menolak  agama  baru,  tetap kukuh,  bersiteguh  dengan  agamanya  yang  lama  meskipun harus  terusir  minggir  jauh  ke  daerah  pedalaman-pedalaman dan  terpaksa  mengasingkan  diri  asal  aman.  Setelah  tinggal jauh  di  pedalaman  dalam  kurun  waktu  yang  sangat  lama, akhirnya membentuk komunitas suku-suku tersendiri. Seperti yang   dikenal   sekarang,   di   Jawa   Barat   suku   Badui,   Jawa Tengah  suku  Samin,  Jawa  Timur  suku  Tengger,  Sulawesi Selatan   suku   Kajang,   Sulawesi   Tengah   Suku   Kaely, Sulawesi   Utara   suku   Sanger, Kalimantan  suku  Dayak  Kaharingan,  Sumatera  suku  Karo,  Bali  suku  Bali Age,  Lombok suku   Sasak   (yang   mungkin   saja,   ini   hanya   kemungkinan,   bahkan   tidak   hanya kemungkinan, tetapi bisa jadi, kata ”sasak” berasal dari kata ”terdesak”).Orang   Sasak   pedalaman   di   Lombok   rata-rata   menganut   Agama   ”Wetu   Telu”. Meskipun  ”Wetu  Telu”  di  Bayan,  lain  dengan  ”Wetu  Telu”  Senaru,  yang  menurutnya berasal dari kata ”Wet, Tiu, Telu/Talu”. Apabila ditafsirkan kedalam bahasa  Indonesia, kata Wet (hukum   (bhs.   Belanda), Tiu (tumbuh),   dan Talu (bertelur,   menganak, melahirkan).  
Isi  intinya  kepercayaan  ini,  adalah  wajib  merawat,  mejaga  kelestarian hidup tumbuh-tumbuhan, hidup binatang-binatang bertelur, dan hidup hewan bunting dan  melahirkan  anak,  maupun  hidup manusia  yang  melahirkan,  dan  dilahirkan  dari rahim.  Meskipun  Islam  Wektu  Lima  tidak  sepaham  dengan  Wetu  Telu,  tetapi  pada kehidupan  sehari-hari  bisa  berdampingan.  Selayaknya  di  Jawa  dikenal  sebuah  istilah Islam  Putih,  Islam  Abangan,  kaum  Kejawen,  Orang  Kebatinan. Semua  itu,  terjadi setelah  masa  peralihan  dari  jaman  Madjapahit,  agama  Hindu  dan  agama  Buddha  yang telah  menjadi  keyakinan  rakyat  dan  raja  selama  1000  tahun,  disesak  oleh  masuknya agama   Islam.   Muncul   kemudian   penganut   dari   agama   lama,   dengan   tiga   istilah keagamaan  baru,  agama  Wetu  Telu  (Sasak),  Dan  di  Jawa  muncul  istilah  indah  Islam Abangan, Kaweruh Kejawen, Ilmu Kebatinan. Agama  lama  yang  tidak  lagi  diajarkan  kepada  geneasri  secara  terbuka,  melainkan dihafal  secara  lisan  dan  dipraktekan  dalam  tindakan  sehari-hari.  Bagian-bagian  inti  isi penting sulit-rumit mendalam yang lain hanya dibatin-batin, setelah sekian lama tahun berlaku   dan   berlalu   dikenal   menjadi   ajaran   ”kebatinan”.  Artinya   ajaran   yang mencerahkan  batin,  diturunkan  kepada  perkumpulan  murid,  oleh  guru  yang  kwalitas batinnya hening, bening, suci, sunyi, bersih tanpa noda. Guru kebatinan pada jaman itu benar -benar,  bersih  dari  tiga  macam  catat;  tidak  cacat  sosial,  tidak  cacat  moral,  tidak cacat  spiritual.  Karena  itu  pantas  menjadi  panutan  hidup harmoni  dengan  diri  sendiri, dengan orang lain, dan harmoni dengan lingkungan. Selaku  guru  Ilmu  Kebatinan, Kaweruh  Kasepuhan,Kaweruh Sangkan  Paran  Ajal Kamulyan,   Sangkan   Paraning   Dumdi yang   mengajarkan   asal   usul   hidup   dan kehidupan,  berikut  terjadinya,  dan  perjalanan  mahkluk-mahkluk  setelah  kematian.  Di dalam  setiap  sarasehan  dibahas,  bahwa  manusia  itu  terdiri  dari  dua  bagian;  ”Badan jasmani dan Badan  halus  rohani”. atau Nama, Rupa (bhs.  Pali,  istilah  Buddhis),  dan Badan wadag, Badan Rohilapi (istilahKebatinan).

1.”Badan jasmani” berasal tunggal, dari bahan baku yang sama; o Bumi,  Geni,  Angin,  Banyu (Jw.), Tanah,  Api,  Angin,  Air(Ind.).  (Patavi,  Tejo, Wayo, dan Apo (Pali).o Dumadining  kalahiran  lumantar  lakuning  roda  penguripan,  ubenging  cokro manggilingan.  Kintir  Gumilir  Liwat  Bopo,  Biyung,  Kaki,  Nini.
(terjadinya kelahiran  lewat  jalannya  roda  hukum  kehidupan,  berputar  ulang,  mengulang lewat media, Ayah, Ibu, Kakek, Nenek). o Kagontho  Cipto  Roso  Cahyo  Ponco  Warno;  Abang,  Putih,  Ireng,  Kuning, Moyo-moyo. Abang ciptaning roso soko Biyung, Putih soko Bopo,Kuning soko Nini, Ireng soko Kaki. (terbentuk, cipta rasa  lima warna; Merah, Putih, Hitam, Kuning,  Jingga.  Merah  cipta  rasa dari  Ibu,  Putih  dari  Ayah,  Hitam  dari  Kakek, Kuning dari Nenek). oManunggaling  dhat  kiblat  papat  limo  pancer,  Wetan—kawiwitan,  kulon—kelakonan,    kidul---kabul    dinudul,    lor---lahir,    tengah----lungguhe    urip. (Bertemunya   daya   dari   empat   arah,   lima   di   tengah-tengah,   artinya---asal muasal  sinar  memancar  dari  timur,  barat  mulai  perjalanan,  selatan  proses pertumbuhan,    utara    terjadinya    kelahiran,    bertemu    menyatu    di    tengah terwujudnya mahluk hidup dan kehidupan). o Dumadining  maujud  manungso,  badan  sepoto,  sedulur papat,  limo  pancer enem  nyowo,  pitu  pengeran,  siji  kang  ngungkul-ungkuli,  jejering  ngaurip. (Terjadilah  wujud  badan  manusia,  empat,  lima  pintu  indriya,  ke  enam  gerak hidup, ke tujuh, daya kekuatan yang menjadi sumber kehidupan). 
 
2.”Badan  halus  rohani”  terdiri  dari, Sejatining  Roso,  Cipto,  Budi,  Karso, (Jw). Vedana,  Saññya,  
Sankhara,  Viññyana (Pali),  atau  Daya  tangkap,  Daya  serap  rasa, Daya cipta pikir, Daya ingat kesadaran (Ind.). Apabila semua pribadi dapat menembus hakikat pengertian hidup sejati, siapa pun akan sadar  arti  jati  dirinya  sendiri,  dan  akan  tahu  arti tepo  seliro. Tepo=  tepak,  ukuran. Seliro=  awak,  badan.  Dus,  tepo  seliro  artinya  akan  tahu  mengerti  inti  isi  posisi  diri sendiri,  dan  tahu  diri  orang  lain.  Tidak  perlu  lagi  membeda-bedakan  diri dengan membuat  wadah  mengkotak-kotak  petak,  satu  sama  lain,  kaya  atau  miskin.  Karena ternyata  para  manusia  semua  itu  sama-sama  titah  Allah  terbuat  dari  bahan  baku  yang sama dipinjam dari milik alamiah semesta. “Manungso iku dumadining tanpo bedo, satuhune
tunggal jiwo, tunggal roso. Mulo ajo gemendung adigang, adigung, adiguno. Sok kuwoso, rumongso biso, nanging ora biso   romongso”. (Manusia   itu   terjadinya   tidak   berbeda,   sebenarnya   tunggal   jiwa, tunggal  rasa.  Maka  jangan  mentang-mentang besar,  dan  pembesar.  Hanya  merasa berkuasa, tetapi tidak bisa merasa). Yang  membedakan  manusia  satu  dengan  yang  lain  tingkat  cara  berpikiran,  ucapan dan  perbuatannya  sebagai  pribadi  yang  baik atau  pribadi  yang  buruk.  Diukur  dari  azas manfaat, apakah bermanfaat buat diri sendiri, orang lain, maupun lingkungan. Semakin besar  bermanfaat  positif  baik  diberikan,  semakin  berharga  arti  keberadaan  hidupnya manusia.
“IQ  jongkok (amat  bodoh),Kere  klemprakan (melarat, kesrakat) sekalipun” selama  sebagai  orang  baik  dan  dapat  bermanfat  hidupnya  masih  berharga.  Ibarat kemana pun ia pergi akan dihargai oleh sesama. Adapun  yang  membedakan  manusia  dengan  hewan  adalah  perilaku.  Maka  jika manusia jiwa dan perilakunya seperti hewan, serta merta oleh masyarakat seseorang di-predikati  atau  di-juluki“menungso  sikile  papat” (manusia  berkaki  empat).  Demikian pandangan,  wejangan  guru  ilmu  kebatinan,  kaweruh  kejawen.  Guru  yang  berkwalitas batin hening, bening, sunyi, suci, bersih tanpa cacat.

Pandangan Benar Budaya dan ManusiaKata ”Benar” sinonim dengan kata ”Betul”. Akan tetapi setelah diuji kelayakan menurut ukuran  dewan  makna,  kedua  kata  ”benar”  dan  ”betul”  sungguh  mempunyai  arti  yang amat  jauh  berbeda.  Sangat  tergantung  situasi  dan  kondisi.  Pada  situasi  tertentu  dalan sebuah    persoalan    berlaku    hukum    ”kebetulan”    bukan    ”kebenaran”.    Misalnya; ”kebetulan”  mampu  membayar  sejumlah  uang,  maka  ia,  di  meja  sidang  pengadilan menang. Normal  dan  sangat  wajar  bila  setiap  orang  mengatakan  pandangannyalah  yang benar,  bahkan  paling  benar.  Akan  tetapi  tidak  setiap  orang  mengukur  pandangannya dengan   benar.   Justru   karena   itu,   pandanganya   yang   semula   dinyatakan   sebagai kebenaran  positif,  sesaat  kemudian  menjadi  pandangan  salah  berdampak  sistemik beruntun  turun temurun  negatif.  Untuk  itu  sebuah  kebenaran  harus  diukur  dan  diuji dari empat sisi pandang secara benar, yaitu; benar untuk diri sendiri, benar untuk orang lain,  benar  untuk  diri  sendiri  dan  orang  lain,  dan  keempat,  benar  untuk  lingkungan. Setelah  lolos  uji  dan  benar-benar clear, semua  pihak  bisa  menerima  kebenaranya  dan tidak  ada  lagi  pihak-pihak  yang  masih  menolak.  Itulah  ”kebenaran”  yang  sebenarnya benar. Bukan ”kebetulan” yang sengaja ”dibetul-betulkan”. Status  seseorang   memang   tidak   mungkin   bisa   dibuat   sama   tingkat   sosial ekonomi,  pendidikan,  kecerdasan,  pangkat  kedudukannya.  Tetapi  ada  satu  hal  yang sangat  mungkin  bisa  dibikin  sama,  yaitu  cara  berpikir  pandangan  benar.  Pandangan yang  telah  lolos  uji  dari  empat  sisi  pandang,  terbukti  mampu  menembus  batas-batas nusa, manusia, bangsa, budaya, agama, yang berbeda-beda sekalipun, menjadi harmoni di banyak peradaban. Bersama        Budayawan    W.S.        Rendra,        Bhikkhu Dhammasubho suatu ketika berbicara tentang budaya dan me manusiakan    manusia    dalam    pandangan    benar. Manusia  (Ind),  Menungso  (Jw),  Manusa  (Pali).  Dalam kamus  bahasa  Pali  sebuah  kata  manusa  dirinci  menjadi dua  suku  kata  ”mano”  dan  ”usa”,  artinya; mano (pikiran) dan usa (tinggi).
Manusia salah   satu   jenis   mahkluk   yang   berdaya   pikir tinggi.  Karena  itu  bagi  pikiran  yang  diberi  kesempatan berkembang,  bisa  menjadi  manusia  berpikiran  indah-indah,  cerdik,  cerdas,  pandai
secara  positif  sungguh  baik  luar  biasa  mengagumkan,  dan  sebaliknya  bisa  menjadi berpikiran   buruk,   jahat,   licik,   secara   negatif   sungguh   bahaya   yang   berpotensi menghancurkan. Pikiran  seperti  air.  Secara  alamiah  air  lentur  hadir  mengalir  kesemua  sela,  sedikit menjadi  becek,  banyak  menjadi  banjir,  merusak  semua  yang  ada.  Air  mempunyai tiga sifat  dasar;  pertama  menolak,  kedua  menerima,  yang  ketiga  tidak  peduli.  Ketiga  sifat dasar  tersebut  bila  dibiarkan  air  akan  bergerak  liar  tidak  bermanfaat.  Akan  tetapi apabila air dituntun diatur dibendung dialirkan secara teratur, dibuatkan saluran
irigasi dapat  bermanfaat  buat  pertanian,  dibuatkan  teknologi  mesin  dapat  bermanfaat  untuk membangkit  tenaga  listrik.  Pendekkata,  singkatnya  ”Air”  sangat  memberi  manfaat sungguh luar biasa mengagumkam pada alam dan kehidupan sepanjang jaman.Air  sama  halnya  dengan  pikiran,  bila  pikiran  dibiarkan  berkembang  apa  adanya, tanpa usaha aturan positif sesuai dengan tuntunan moral beradab kemanusiaan. Pikiran akan   berkembang   bersifat   menolak   terlalu   keras   menjadi   kebencian,   mengharap menerima  terlalu  banyak  menjadi keserakahan,  dan  jika  dibiarkan  tanpa  peduli  sama
sekali   menjadi   kedunguan.   Sebaliknya   apabila   pikiran   dituntun   dengan   aturan kemoralan,  kemanusiaan,  gemar  memberi,  memiliki  moral  yang  baik,  mempunyai pengendalian  diri.  Sungguh  pikiran  menjadikan  manusia berdaya  guna  tinggi  dan berharga di mana berada.Manusia  yang  didominasi  tiga  sifat  berpikir  keserakahan,  kebencian  dan kedunguan akan  menjadi  berpandangan  sempit,  seolah  di  ruang  gelap  tertutup  ketidak  tahuan. Tidak tahu membedakan mana kebajikan yang mencerahkan dan mana kejahatan yang menghancurkan.   Sehingga   kalaupun   bertindak,   perbuatannya   sering   menimbulkan sebab-sebab   bencana   yang   merusak   sendi-sendi   keharmonisan   hidup   berbangsa,
bernegara dan beragama. Sebaliknya,  manusia  yang  dituntun  dengan  sifat-sifat  pikiran  cerdik,  cerdas,
pandai  secara  positif  penuh  kebajikan  dan  iman  sesuai  azas  kebijaksanaan (wisdom),hingga    menjadi    berpikiran    peduli    dan    mampu    membina    hubungan    sosial kemasyarakatan  secara  horisontal,  membangun  tata  hubung  spiritual  ke-esa-an secara vertikal   yang   harmoni.   Ia   akan   tumbuh   berkembang   sebagai   manusia   beradab, berkemanusiaan, bekebajikan dan beriman di manapun berada, berdharma bhakti pada nusa  bangsa,  negara,  dan  agama.  Tanda  manusia  berhati  hening,
”Air  Muka”di wajahnya  ”bening”bersinar  terang,  tidak  kusut  berkerut-kerut-keriput.  Menyatakan
dirinya terbaik, tidak dengan mengatakan yang lain jelek ! Sebagai  manusia  dengan  daya  budaya  berpikir  cerdas,  berwawasan  luas  dan memiliki  pengertian  mendalam  akan  menjadi  sadar  bahwa  pada
dasarnya  mahkluk hidup  manusia  yang  hanya  berukuran ”satu  depa”itu  terdiri  dari  dua  bagian,  yaitu;
bagian  jasmani  dan  rohani.  Terdiri  dari  perpaduan  bahan  baku  tunggal  sama.  Badan jasmani  terdiri  dari  perpaduan  empat  unsur,  yaitu;  unsur  tanah,  unsur,  air,  unsur  api, dan unsur angin (bumi, geni, angin, banyu). Rohani batin terdiri dari perpaduan empat daya,   yaitu;   daya   tangkap   melalui  pintu-pintu   indriya,   kedua   daya   serap   melalui perasaan, ketiga daya cipta melalui pikiran, dan keempat daya ingat melalui kesadaran. Seseorang semakin baik kesadarannya semakin tajam daya ingatnya. Kesadaran  yang  baik  mampu  menserap  dan  merenungkan  makna  sebuah  kata pepatah  ”giri  lusi---giri=gunung,  lusi=rumput”.  Artinya,  setinggi-tingginya  rumput  di atas  gunung,  di  atasnya  lagi  masih  ada  mendung.  Ingat  bahwa  di  dunia  ini yang  sudah pada  posisi  tinggi  pun,  masih  ada  lagi  yang  lebih  tinggi.  Puncak  kesadaran  agung  yang dicapai  melalui  sebuah  pencerahan,  sadar  bahwa  yang  paling  tinggi  hanya  satu,  yaitu ”hukum  abadi  yang  tidak  pernah  berubah,  berada  sangat  dekat,  mengundang  untuk
dibuktikan.” Apabila  dan  bilamana  demikian  pencerahannya  seseorang  menjadi  tidak  sombong.
Sadar  akan  keberadaan  dirinya  tidak  sendiri,  tetapi  ada  yang  lain.  Semata-mata  tidak tergantung  p
ada  satu  daya  kekuatan  secara individual,  melainkan  saling  bergantungan satu  sama  lain  secara
plural.Hingga  mau  bergandengan  tangan  membentuk muzaick kehidupan bercorak warna-warni indah. Banyu PurwitosariDiantara  organ  tubuh  paling  banyak  disebut  sesuai  jenis  dan  fungsi  adalah  AIR,  yang lain  tidak.  TANAH,  API,  hanya  disebut  satu  kali,  angin  dua  kali  saja;  ”ANGIN  atau UDARA”.  Atau  dalam  tradisi  kaum  yoga,  para  yogi  mempunyai  istilah  indah  berkait dengan angin, tersendiri ”makan ANGIN”. Oleh karena segerta ternyata dan sebenernya ”Angin  atau  Udara”  yang  bersih  tidak  polusi mempunyai  kandungan  energi  postif  baik sehat  dibutuhkan  bagi  tubuh.  Artinya  para  pertapa,  kaum  yogiwan,  orang  yang  sedang menjalani  puasa  ringan  Senin-Kamis  total  24  jam,  puasa  berat  total  72  jam (puasa ngebleng empat  puluhan tiga  hari  tiga  malam  tanpa  makan,  minum  selama  72  jam). Akan  tetapi,  dengan  hanya  dapat  menghirup  udara  bersih  tidak  polusi,  bisa  kuat
bertahan  menjalani  puasa  tanpa  minum  air,  tidak  makan  padat,  cukup  dengan  istilah indah, hanya ”makan angin”. Dibenarkan bahwa badan jasmani kita 2/3 berisi air. Tergantung konteks budaya dan
manusia  bersangkutan  AIR  diucapkan  secara  bahasa  konvensional  sesuai  fungsi.  Yang kita  kenal  saja  sesuai  fungsi  dan  warna  dalam  tubuh,  istilah  bahasa  ”kedokteran”  atau bahasa ”pedukunan” sehari
-hari AIR disebut; Water(Ing), Yeh(Bali), Tirta(Sknt), Apo(Pali), Banyu,  idhu,  iler,  umbel,  uyuh,  kopok,  blobok  /  eluh,  dan  getih, (Jw. ngokorakyat), atau darah merah, darah putih, getah bening, ingus, air pahit empedu, air liur, air  mata,  air  keringat,  air  kencing,  dan  ASI  (air  susu  ibu),  (Indonesia.).  Masih  dengan istilah  indah  tersendiri  dalam  dunia  industri,  sesuai  fungsi  ”cairan  air”  biasa  disebut ”minyak  /  oil”,  yaitu;  minyak  goreng,  minyak  tanah, bahan  bakar  minyak  (BBM), minyak  wangi,  minyak  kayu  putih,  minyak  tawon,  minyak  ikan  duyung.  Dan  kaum ningrat  priyayi  dengan  istilah  indah  khusus  tersendiri  dalam  bahasa kromo  inggil Jawanologi mengistilahkan, banyu purwitosari, tirto kamandanu
(padahal spirmalah masudnya, sebab diucapkan pejuh amat tabu dilarang sebut, dianggap tidak santun dan
kasar  bila  diucapkan). Sedangkan  sebagai  menurut  bahasa  ilmiah  kimiawi  kedokteran AIR disebut H2O. Fungsi  air  dalam  hidup  dan  kehidupan  adalah,  membasahi,  menyirami,  mencuci, melunak-lembutkan, dan menghidupi. Dalam dunia spiritual air berfungsi sebagi media saving  energi (menyimpan  kekuatan  tenaga  dalam)  saat  ucapara  pemberkahan.  Air yang  telah  di  upacarakan,  umat,  masyarakat  menyebutnya  ”air  berkah.”  Daya guna  airberkah, diyakini mengandung kekuatan tertentu dan tersendiri tidak tampak. Terdapat banyak  kisah  goib  ajaib,  penyembuhan  alternatif  berkaitan  dengan  kekuatana  air berkah.  Dua  puluh  lima  (25)  abad  lampau  dapat  dijumpai  sebuah  kisah  tentang  air berkah raja
Vaisali, India (560an S.M). Dikisahkan; ·”...Karena  dilanda  kekeringan  di  mana-mana  seluruh  wilayah  negeri.  Berakibat timbulnya   bencana   alam,   wabah   penyakit,   dan   musibah   kematian.   Banyak penduduk  meninggal  dunia  secara  masal,  dan  lahir  menjadi  mahkluk  halus kelaparan, roh gentayangan yang menimbulkan energi negatif, berpengaruh pada suasana   alam   kehidupan   nyata   tidak   nyaman.   Berdampak   menjadi   wabah penyakit phisik maupun mental yang mengganggu masyarakat. Raja mengundang Sang  Buddha  datang  ke  istana  guna  memberi  saran ruwatan apa  yang  musti dilakukan  demi  pemulihan  suasana  alam  aman,  gangguan  kejiwaan  masyarakat bisa pulih hidup tenteram. ·Buddha berkata, mantra-mantra paritta, yang dibacakan dengan baik dan benar membawa   manfaat   berkah   utama   tiga   macam,   yaitu;   bisa   menjadi   obat pensembuhan,  menciptakan  ketenangan  lahir  batin  dan  lingkungan,  dan  ketiga memperpanjang  umur  kehidupan.  (Bayangkan.....  semua  jenis  kehidupan  yang mengalami gangguan stress berat cepat sekali mati). Akan tetapi mantra-mantra paritta akan   hilang   daya   kekuatan   disebabkan   tiga   hal,   tidak   mempunyai keyakinan,  timbul  keragu-raguan,  dan  akibat  karma  buruk  masa  lampau  terlalu berat.  Karena  itu,  agar mantra-mantra paritta,  tetap  mempunyai  daya,  maka cara  membaca mantra-mantra  paritta,  harus  dengan  penuh  keyakinan, full energi  menunggal  cipta,  budi  karsa  dan  rasa,  dan  didukung  banyak  puja  dana amal  kebajikan.  (misalnya,  menyelamatkan  nyawa  mahkluk  hidup,  menolong penderita, melepas hewan yang tertangkap maut agar terlepas dari pembunuhan). ·Raja  dan  rakyat  melakukan  puja  bakti,  mempersembahkan  puja  dana  sesuai tradisi  sesaji,  budaya  puja  masyarakat  setempat  (semacam  upacara ruwatan, selamatan   bersih   desa).   Buddha   datang   mengajak   para   bhikkhu   melakukan blessing, pemberkahan. Dengan cara, menggunakan media air dibacakan mantra -mantra  paritta suci  spiritual  keagamaan.  Selanjutnya  air  yang  sudah  dibacakan mantra -mantra  paritta,  digunakan  sesuai  kebutuhan,  diminum,  dipancarkan  di
tempat-tempat  yang  terkena  gangguan.  Konon  tidak  lama  kemudian,  keadaan masyarakat  pulih  tenteram,  energi  alam  kembali  bersinar  cemerlang,  560  S.M.(Ratanasutta, Sutta Pitaka.)----------------------------------------------------------------------
oDi Indonseia, Kasus serupa wabah di kerajaan Vaisali, India, pernah terjadi. Kejadiannya, pasca  peristiwa  Sambas,  Kalimantan  Tengah.  Suasana  mencekam  setelah terjadi  pembantaian  massal  warga  Madura  sebagai  korban.  Lantaran  warga Madura asal pulau Madura, Jawa Timur, yang datang merantau dengan gaya pola  pikirnya  sendiri,  dan  tidak  tahu  diri  secara  manusiawi,  berkelakuan terhadap    suku    Dayak    di    Kalimantan    Tengah.    Akibatnya    berujung kemarahan  suku  Dayak  memuncak.  Puncuk  pimpinan  kepala  suku  dayak pedalaman  turun  gunung  dan  muncul  di  permukaan  dengan  pedang  sakti
berayun-ayun.  Pertempuran  tak  dapat  dihindari  beratus-ratus  leher  warga Madura  putus.  Suasana  sangat  mencekam,  siang  dan  malam  hari  keadaan kota  sepi,  sunyi,  senyap,  gelap  tanpa  cahaya,  warga  berhenti  beraktifitas, aparat  kehilangan  daya.  Baru,  setelah  pemerintah  berindak  tegas,  deklarasi perjanjian  damai  dikumandangkan.  Isi-inti  warga  Madura  harus  tau  diri, suku  Dayak  mau  mengampuni.  Berikut  diselenggarakan  pemberkahan  ”air suci”  menurut  upacara  adat  tradisi  Dayak.  Segera,  tidak  lama  kemudian suasana   aman   pulih   kembali   normal,   hati   rakayat   pulih   tenang   hidup tenteram, alam lingkungan, desa, kota, kembali bercahaya cemerlang terang benderang. (Sampit, 2000
-2001).-----------------------------------------------------------------
·Tradisi blessing menggunakan media air masih dikenal, bahkan semakin terkenal dilakukan  masyarakat  sesuai  tradisi  sesaji,  budaya  puja  agama-agama  hingga sekarang. (Kitab   Vacana   Pali,   Ratana   Sutta,   buku   paritta   suci   Sangha Theravada Indonesia (1980).Tradisi rakyat setempat soal ”ngalap air berkah” dalam kepercayaan agama non agama-agama  dapat  dijumpai  di  berbagai  wilayah  budaya  bangsa  manusia  di  Indonesia. Misalnya;·Belum  lama  lalu,  ribuan  masayarakat  dibuat  terperanjat  da
tang  dengan  nekat chidmat oleh AIR PONARI, di Jombang Jawa Timur (Januai 2009). Ponari, anak
berusia  kelas  SD  tiba-tiba  menjadi  kisah  yang  menambah  isi  lembaran  sejarah masyarakat  pengalab  air  berkah,  lepas  dari  kajian  secara  ilmiah.  Tetapi  terbukti setiaphari  hingga  berhari-hari  dapat  dibaca  di  halaman  berita  media  cetak,  dan dapat dilihat dari tayangan televisi. Ribuan masyarakat datang ke Jombang rata-rata untuk ”ngalab air berkah Ponari”. Yang diyakini bertuwah penyembuh murah ·Di  Sumber  Sendang  Sono (mata  air  di  bawah  pohon  Angsana),  di  perbukitan tandus  sepanjang  jaman  berlokasi  di  daerah  masuk  wilayah  kecamatan  Salam, Borobudur, Jawa Tengah. Acara ngalap air berkah mentradisi dan membudaya di kalangan masyarakat (bukan saja umat agama Katolik merayakan misa). ·Lebih   seru   lagi,   Sumber   air   berkah   di   lingkungan   Candi   Agung   Amuntai, Kabupaten   Hulu   Sungai   Utara,   Kalimantan   Selatan   juga   diyakini   bertuwah. Berbotol-botol    setiap    hari    dibawa    pulang    oleh    masyarakat    adat    Dayak Kaharingan.   Hingga   umat   Muslim   gedongan   yang  walaupun   sudah   pernah mendapat ”barokah air Zam-Zam” dari Mekah. Tetapi toh masih mau juga dengan air  berkah,  dari  sumber  mata  air  di  lingkungan  Candi  Agung  Amuntai  buat digunakan berbagai keperluan. ·Air  berkah ”Mbah  Pradah”,di  kecamatan  Lodoyo,  Blitar,  Jawa  Timur,  menjadi event
keramat  tanggal  12  Syuro  setiap  tahun.  Ribuan  rakyat,  pejabat  kaum birokrat,  hingga  bupati  datang  berduyun-duyun  dan  rukun.  Berjalan  berlutut nomer urut, antre guna mendapat AIR BERKAH MBAH PRADAH, air yang telah digunakan untuk memandikan pusaka berupa Gong Kyai Pradah (Mpu Baradah),
dan beberapa wayang kayu, peninggalan kerajaan Kediri kuno. ·Ngalab  air  berkah  kirab  kraton  Solo,  adalah  ”kirab  pusaka  keraton  yang  diiring dalam  satu  perjalanan  bersama  kerbau  albino  kyai  Slamet”  Solo.  Setiap  acara kirab tiba, bagi yang merasa dirinya titah allah dan bertumpah darah (terlahir) di
bumi  wilayah  Surakarto  Hadiningrat,  merantau  dimana  pun  berada,  mereka merasa perlu pulang. Perjalanan kirab pusaka (prosesi keliling kota), terjadi pada tanggal  1  Syuro.  Pelaksanaan  upacara  adat  kraton  dipimpin  oleh  dewan  adat pejabat  istana  di  bawah  Parentah  Sampeyan  Dalem  Hengkang  Sinuwun  Sri Susuhunan  Pangarso  Siti  Hinggil  Surokarto  Hadingrat  yang  berwenang,  jam  12
tengah  malam  dimulai.  Arak-arakan  terdiri  dari  para punggowoabdi  dalem  dan krabat kraton,
nayoko projo (pegawai istana), dengan khidmat mengikuti prosesi keramat  berjalan  tanpa  alas  kaki  mengusung  pusaka  jimat-jimat.  Dengan anglo pedupaan menyala  kemenyan  menebar  aroma  sakral  kepulan  asap  putih  tanpa henti.  Rombongan  berjalan  di  belakang  sekawanan  kerbau,  dan  kerbau  yang dianggap  keramat  adalah  seekor kerbau  albino  (belang  bule)  ”kyai  Slamet.” Sepanjang  lorong-ruas  jalan  yang  dilalui  rombongan  kirab,  di  tepi  kanan-kiri jalan ribuan masyarakat berdiri, yang lain duduk-duduk sambil mengantuk, sabar menunggu hingga prosesi lewat, mereka baru bubaran. Dan y
ang paling ditunggu -tunggu oleh ribuan masyarakat pengharap berkah adalah berkah si kerbau albino
kyai  Slamet,  manakala  dalam  perjalanannya  keliling  kota  ini  kerbau  albino  kyai Slamet   berkenan   membuang  kotoran (tlethong),atau   kencing.   Konon   kalau kotoran tlethong dan ”air  kencing”sang  kerbau  albino  kyai  Slamet  menjadi rebutan.  Jangan  dibantah,  tidak  boleh  dipersalah,  sebab  ini  serius,
”air  kencing” dan tlethong kebau albino kyai Slamet diyakini membawa berkah bertuwah. ***Akhir  kisah,  bahwa  segerta ternyata  tentang  AIR  BERKAH  sudah  dikenal  sejak  jaman sangat  dahulu.  Tradisi  blessing  menggunakan  media  AIR  sejak  ribuan  tahun  lalu dilakukan,    masih    dikenal,    bahkan    semakin    terkenal    dilakukan    di    lingkungan masyarakat  masa  kini,  sesuai  tradisi  sesaji,  budaya  puja  agama-agama  sekarang.  Tesis hopotesis secara saintis Doktor Marimotto tentang air, diakui sah masuk dalam wilayah kajian  ilmiah  abad  modern  paling  kini,  bahwa  air  berlaku  sebagai  media  saving  energi sesuai  pesan  negatif  atau  positif  diberikan,  disimpan.  Oleh  air  ditampilkan  berupa partikel-
partikel     disajikan     kembali     berdampak     negatif,     positif     kepada     para penggunanya. Inti  isinya,  pesan  Thematik  Seminar  Tentang  Air  Dan  Kehidupan  Dalam  Naskah Kuno  Nusantara,  Air  dan  Hidup  Manusia  Secara  Saintis  Dalam  Pandangan  Agama Buddha.  Hendaknya  dapat  kembali  dipahami,  bahwa  hidup  mahkluk  jenis  apa  pun, manusia,  hewan,  binatang,  pepohonan,  tumbuh-tumbuhan,  tanaman,  tanpa  air  pasti mati. Untuk itu, manusia secara etis, estetis, saintis, maupun tradisi budaya dogma do’a agama,  harusnya  sadar,  dan  musti  hati-hati,  tahu  mengerti  cara  menjaga,  merawat kelesatarian lingkungan tetap hidup agar sumber air tidak berhenti mengalir. 
-o0o-Oleh : Bhikkhu Dhammasubho Artikel disajikan pada Seminar Perpustakaan Nasional Republik Indonesia Jakarta, 5-6 Oktober 2010

AIR DAN HIDUP MANUSIA SECARA SAINTIS DALAM PANDANGAN AGAMA BUDDHA

AIR DAN HIDUP MANUSIA SECARA SAINTIS DALAM PANDANGAN AGAMA BUDDHA

Oleh Bhikkhu Dhammasubho

Puisi Air
Aku berpikir tentang ”Alam dan Air”
Alam mengungguli segalanya
Alam tanpa batas usia
Yang bersekutu dengan alam, jaya
Yang melawan alam, sirna
Alam itu, bumi, langit, angkasa, panas api, dingin dan air
Air Samodra Engkau memiliki empat sifat yang nyata :
pertama, luas tak bertepi
kedua, induk dari semua aliran anak sungai
ketiga, hanya satu rasa Mu asin
keempat, tidak menyimpan sampah, kotoran,
bangkai-bangkai, Engkau usir minggir.
Daya guna air : Air berdaya serba guna bagi hidup
Tanpa air, hidup akan berhenti bergerak
Tanpa air, hidup tidak bisa berkarya
Tanpa air, hidup pasti mati
Lebih dari separoh, tubuh manusia berisi air.
Manusia, perna
hkah berpikir ?
Manusia ibarat setetes dari air samodera
Manusia bisa berkekuatan sehebat air setetes
Yang menyatu dengan air samudera raya
Jagad, bumi buwana kita, dua pertiga berisi air
Sifat air adalah hadir dan mengalir
Lentur dapat menembus ke semua sela
Jika hanya setetes, air tidak banyak berdaya
Jika setetes air, bersatu dengan samodra raya
Air akan berdaya dahsyat kuat raksasa.
Hidup itu bergerak lunak, lentur seperti air
Tidak keras seperti batu
Batu-batu bila bertemu dengan sesamanya
Benturandengan suara pintar
Kepintaran yang sering membuat benturan
Sama-sama kerasnya berkepala batu.
Untuk itu,Mari menjadikan hidup kita lentur seperti air
Hadir dan mengalir, membasahi, menyirami, membersihkan,
menyejukkan, memadamkan kobar api kemarahan,
merembes, menembus ke semua sela, menyatu dengan samodera kehidupan,
Barang siapa semakin jauh meninggalkan yang asli alam,
seseorang akan kehilangan daya tahan, hilang kekuatan sehat, hilang keharmonisan.

DAFTAR PERPUSTAKAAN ONLINE PERGURUAN TINGGI DI INDONESIA


Perpustakaan Online Universitas Situs / URL
Perpustakaan STAN http://opac.stan.ac.id/
Perpustakaan Universitas Airlangga http://www.otomasi.lib.unair.ac.id/
Perpustakaan MMUGM http://library.mmugm.ac.id/
Perpustakaan Universitas Islam Indonesia http://library.uii.ac.id/
Perpustakaan Universitas Gadjah Mada http://lib.ugm.ac.id/home.php
Perpustakaan ITB http://www.lib.itb.ac.id/
Perpustakaan Universitas Indonesia http://www.lib.ui.ac.id/news.php
Perpustakaan Univ. Muhmmadiyah Surakarta http://library.ums.ac.id/
Perpustakaan Universitas Gunadarma http://library.gunadarma.ac.id/
Perpustakaan UPI http://perpustakaan.upi.edu/
Perpustakaan Univ.ersitas Sumatera Utama http://library.usu.ac.id/
Perpustakaan UNIKA Atma Jaya http://lib.atmajaya.ac.id/
Perpustakaan IPB http://perpustakaan.ipb.ac.id/
Perpustakaan Teknik Geologi UGM http://lib.geologi.ugm.ac.id/lib/
Perpustakaan Universitas Surakarta http://pustaka.unsa.ac.id/
Perpustakaan Fak. Ilmu Budaya Univ. Lencana Kuning Riau http://pustaka_fib.phpnet.us/
Perpustakaan Ilmu Keperawatan UNDIP http://keperawatan.undip.ac.id/
Perpustakaan Universitas Paramadina http://library.paramadina.ac.id/
Perpustakaan STAIN Kediri http://libstain.freevar.com/
Perpustakaan IBII http://digilib.ibii.ac.id/
Perpustakaan Fak. Usuludin dan Filsafat Univ. UIN Syarif Hidayatullah Jakarta http://fuf-library.uinjkt.ac.id/
Perpustakaan Univ. Bangka Belitung http://ubb.ac.id/
Perpustakaan Univ. Negeri Malang http://library.um.ac.id/
Perpustakaan Fak. Ekonomi Univ. Brawijaya http://digilib.fe.unibraw.ac.id/
Perpustakaan FISIPOL UGM http://pusfisip.ugm.ac.id/
Perpustakaan Fak. Ekonomi Trisakti http://www.fe.trisakti.ac.id/lib/
Perpustakaan Universitas Ahmad Dahlan http://digilib.uad.ac.id/
Perpustakaan Universitas Negeri Jakarta http://lib.unj.ac.id/
Perpustakaan Univ. Tarumanagara http://digilib.tarumanagara.ac.id/
Perpustakaan Fak. Kedokteran UGM http://libmed.ugm.ac.id/
Perpustakaan Univ. Kristen Satya Wacana http://library.uksw.edu/
Perpustakaan Universitas YASRI http://perpus.yarsi.ac.id/
Perpustakaan UMI Makasar http://www.lib-umi-makassar.com/
Perpustakaan UPN Veteran Jogja http://perpus.upnyk.ac.id/
Perpustakaan IAIN Sunan Ampel Surabaya http://library.sunan-ampel.ac.id/
Perpustakaan Universitas BINUS http://library.binus.ac.id/
Perpustakaan Universitas Trunojoyo ttp://library.trunojoyo.ac.id/
Perpustakaan STPN http://perpustakaan-stpn.ac.id/
Perpustakaan Univ. Al-Azhar Indonesia http://perpustakaan.uai.ac.id/
Perpustakaan UKDW http://www.ukdw.ac.id/catalog/
Perpustakaan Universitas Nasional http://unas.ac.id/perpus.do
Perpustakaan Institute Teknologi Sepuluh November http://digilib.its.ac.id/
Perpustakaan Universitas Mercubuana http://digilib.mercubuana.ac.id/
Perpustakaan STMIK & AMIK http://library.logika.ac.id/
Perpustakaan Univ. Widyatama http://dlib.widyatama.ac.id/
Perpustakaan Universitas Lambung Mangkurat http://www.unlam.ac.id/upt/perpustakaan/
Perpustakaan SMT UGM http://lib-mst.byethost22.com/
Perpustakaan Universitas Sultan Syarif Kasim http://uin-suska.ac.id/perpustakaan/
Perpustakaan Univ. Jend. Sudirman http://perpus.unsoed.ac.id/
Perpustakaan Perguruan Tinggi Agama Islam Tribakti http://katalog.iai-tribakti.ac.id/
Perpustakaan Univ. Padjajaran Bandung http://cisral.unpad.ac.id/
Perpustakaan UMS http://library.ums.ac.id/

Soal Permainan Matematika

Misal anda memiliki seseorang teman lalu ingin mengetahui hari ulang tahunnya, maka dapat menggunakan permainan ini untuk bisa mengetahui hari ulang tahunnya.
Begini caranya:

yang perlu anda lakukan adalah suruh teman anda untuk melakukan perhitungan-perhitungan ini:
1. mengalikan tanggal lahirnya dengan 5
2. hasilnya tambahkan dengan 6
3. hasil langkah 2 kalikan dengan 4
4. hasil langkah 3 tambahkan dengan 9
5. hasil langkah 4 kalikan dengan 5
6. hasil langkah 5 tambahkan dengan bulan kelahirannya

Setelah langkah 1 sampai dengan 6 selesai, minta teman anda untuk memberitahu hasil perhitungannya, lalu anda kurangi hasil itu dengan angka kunci, yaitu 165 nah sekarang anda sudah mengetahui tanggal lahirnya.

Contoh:
Hasil perhitungan melalui langkah 1 sampai dengan 6 adalah 2767.
kemudian hasil itu dikurangi 165 , jadi 2767-165 = 2602, yaitu tanggal 26 bulan 02

simpel bukan temen anda pusing perkalian, dan penjumlahan anda cuman mengurangi dengan angka 165 aja :)

sebenarnya masih ada cara lain yang lebih asik tanpa perkalian atau penjumlahan tapi bisa tau tanggal lahir teman anda, makanya pantengin terus blog ini atau like FPnya.

segitu dulu postingnya , sampai bertemu diartikel lainnya ya... oia jangan lupa tuh dipelajari materi matematika kelas 5 nya :)
Rumus Matematika - Luas layang-layang
hai adik-adik artikel kali ini tentang rumus matematika untuk mencari luas layang-layang. Layang-layang termasuk segi empat. Layang-layang mempunyai dua pasang sisi sama panjang. Layang-layang dibentuk dari dua segitiga sama kaki. Kedua segitiga mempunyai alas sama panjang, tetapi tingginya berbeda.

coba perhatikan gambar berikut
luas layang-layang

Luas layang-layang juga dapat dicari menggunakan rumus luas segitiga. Caranya dengan menghitung luas kedua segitiga sama kaki yang menyusun layang-layang tersebut. Setelah itu, hasilnya dijumlahkan.
Pahamilah cara menentukan rumus luas layang-layang berikut ini.

Luas layang-layang = luas segitiga ABC + Luas segitiga ACD
                              = 1/2 x AC x OB + 1/2 x AC x OD
                              = 1/2 x AC ( OB + OD )
                              = 1/2 x AC x DB

nah sudah jelaskan bagaimana untuk mencari rumus layang-layang. sekian dulu mudah2an rumus matematika tentang bagaimana mencari luas layang-layang dapat anda pahami.
Cara Mencari Rumus Kecepatan
bagaimana sih cara menentukan rumus kecepatan, seperti yang sudah pernah kalian ketahui bahwa satuan kecepatan adalah satuan jarak dibagi satuan waktu.

nah dari situ dapat kita ketahui rumus kecepatan yaitu

rumus kecepatan =jarak yang ditempuh dibagi waktu tempuh

misal kecepatan dilambangkan dengan v, jarak tempuh = s dan waktu tempuh = t maka rumus kecepatan dapat ditulis sebagai berikut :

v = s/t

    Kecepatan dapat diukur secara langsung menggunakan alat yang dinamakan spedometer. Spedometer terdapat pada kendaraan bermotor dan kendaraan roda empat. Alat ini berguna untuk menunjukkan kecepatan kendaraan pada saat melaju di jalan. Satuankecepatannya km/jam.

 Perhatikan contoh berikut.

Rio naik sepeda dari rumahnya ke sekolah dengan kecepatan 200 m/menit. Jarak rumah Rio dari sekolah 4 km. Rio berangkat dari rumah pada pukul 07.30. Pukul berapa Rio sampai di sekolah?

Jawaban:
Kecepatan Rio (v) = 200 m/menit
Jarak rumah Rio ke sekolah (s) = 4 km = 4.000 m
Lama perjalanan Rio: t = s/v = 4.000/200 = 20 menit
Rio berangkat pada pukul 07.30
Rio sampai di sekolah pada pukul (07.30 + 20 menit) =pukul 07.50
Jadi, Rio sampai di sekolah pada pukul 07.50.


Soal Matematika Kelas 3 SD

 Tanda yang tepat untuk mengisi pertidaksamaan 3/4 . . . 3/6 adalah . . .
    Tiga bilangan pecahan sebelum 6/9 adalah . . .
    Pada pecahan 5/10, maka angka 5 disebut . . .
    Jerum pendek ke angka 3 dan jarum panjang ke angka 12 maka akan membentuk sudut . . . derajat
    Sudut seperempat putaran besarnya adalah . . .
    Sebuah meja berbentuk persegi panjang dengan panjang 95 cm dan lebar 63 cm, maka keliling meja itu adalah . . .
    luas untuk mencari keliling persegi panjang adalah . . .
    2/7 + 4/7 = n, maka nilai n adalah . . .
    Urutan bilangan 4/7, 3/7, 7/7, 9/7, 6/7 dari yang terbesar adalah . . .
    Tiga bilangan pecahan sesudah 3/8 adalah . . .
    Bagun datar segi tiga yang ketiga sisinya tidak ada yang sama panjang adalah . . .
    Besar sudut pada segitiga siku siku adalah . . .
    Penjumlahan dari sisi-sisinya yang sama panjang disebut. . .
    Siti mempunyai sebuah buku tulis yang berukuran panjang 21 cm dan lebar 15 cm. Maka luas dari buku tulis tersebut adalah . . .
    Sebuh persegi memliki luas 64 cm2. Maka panjang sisi-sisinya adalah . . .


    Gambarlah segitiga sama sisi yang panjang sisinya adalah 5 cm !
    Bibi mempunyai tepung sebanyak 4/10 kg. Kemudian ia membeli lagi 5/10 kg tepung. Sebanyak 6/10 kg digunakan untuk membuat kue. berapa kg tepung lagi yang masih tersisa ?
    Buatlah dan gambarkan garis bilangan yang menunjukan bilangan antara 0 sampai dengan 8/8 !
    Berapakah besar masing masing sudut pada bangun persegi ?
    Sebuah persegi mempunyai sisi 16 m. Tentukan a). keliling bangun tersebut. b). luas bangun tersebut !

soal kelas 5 SD

1. Ibu mempunyai 2 1/4 liter minyak sayur, dan telah digunakan 1/4 untuk menggoreng kerupuk, kemudian untuk  menggoreng ikan 1/3 liter. maka berapa liter sisa minyak sayur ibu sekarang ?

2. Hasil bagi dari 2.25 dan 0.05 adalah . . .

3. Hasil perkalian dari 1.19 dan 2.81 adalah . . .

4.  Pecahan desimal dari 1 3/4 adalah . . .

5.  Ada 3 anak kidal dari 24 siswa. maka perbandingan anak kidal terhadap semua siswa adalah  . . .

6. Bangun yang mempunyai sudut 90 adalah segitiga ....

7.   nama bangun disamping ini adalah . . .

8. Gambar disamping merupakan jaring jaring bangun . . .

9. Bangun yang terbentuk dari 6 buah persegi panjang adalah ....

10. Enam buah bangun persegi dirangkai dan digabung menjadi bangun ....

II. Isilah titik-titik dibawah ini dengan tepat!
21. Pak Mahfud mempunyai hasil panen sebanyak 10 2/3 kg cabe, 15 2/4 kg tomat, dan 30 1/2 kg bawang. Hasil seluruh panen pak Mahfud berjumlah.................kg.
22. Jumlah pendapatan Ayah Rp. 900.000,00. 3/4 dari pendapatan ayah di berikan kepada ibu, jumlah yang diberikan kepada ibu berjumlah Rp. ..............
23. Pecahan biasa dari 0,12 adalah.........
24. Hasil dari 4 1/3 + 3 2/5 - 1 4/5 = .......
25. Diketahui jajaran genjang ABCD. Jika besar sudut ABD=600 maka besar sudut ADC =......0
26. Hasil dari 5 3/4  - 2 2/3 = .........
27. Hasil dari 2 /3 + 1 1/8 = ...........
28. Hasil dari 6 : 2/3 = n, nilai untuk n adalah........
29. Hasil dari 0,275 x 2,3 = ......
30. Adik membeli pita sepanjang 5 2/5 m, pita tersebut dipotong masing-masing 2/3 m. Banyak potongan yang diperoleh yaitu........potong.

Kumpulan soal - soal IPA

A.  Berilah tanda silang (x) pada a, b, c atau d untuk jawaban yang paling benar !
1. Makhluk hidup yang dapat bergerak tetapi tidak dapat berpindah adalah …
a. Manusia       b. Hewan     c. Tumbuhan         d. Cacing

2. Perubahan makhluk hidup menuju kedewasaan disebut …
a. Perkembangan   b.Tumbuhan   c. Tumbuh dewasa     d.Pertumbuhan
  
3. Dibawah ini yang termasuk ciri dari makhluk hidup adalah …
a. Bernafas    b. Mengalir      c. Besar    d. Mandi
  
4. Kelompok hewan yang berjalan dengan keempat kakinya adalah …
a. Burung, unta, ayam kalkun     b. Gajah, merpati, singa
c. Kucing, kuda, kambing          d. Burung, ayam, sapi
  
5. Berikut ini tumbuhan berbatang bulat dan tak bercabang adalah …
a. Kelapa     b. Mangga     c. Apel     d. Padi

6. Ciri – ciri benda bergerak menggelinding adalah …
a. Melompat lurus ke atas     b. Berputar sambil berpindah
c. Meluncur lurus ke bawah   d. Melayang di atas permukaan
  
7. Benda yang jatuh dan membentur benda lain lalu kembali bergerak ke atas disebut …
a. Menggelinding    b. Mengalir     c. Memutar     d. Memantul
  
8. Gerak yang selalu mengarah ke bawah menuju bumi disebut …
a. Gerak jatuh    b. Gerak melompat    c. Gerak memantul   d. Gerak meluncur
  
9. Keadaan udara pada suatu tempat dalam waktu tertentu disebar …
a.  Iklim     b. Musim     c.  Keadaan langit     d. Cuaca
  
10. Matahari bersinar terang, menunjukkan bahwa cuaca sedang …
a. Cerah     b. Mendung    c. Hujan    d. Berawan
  
11. Langit berwarna hitam menandakan …
a. Cuaca terang   b. Cuaca cerah  c. Akan turun hujan   d. Cuaca berawan
  
12. Energi yang dimiliki oleh mobil mainan dihasilkan oleh …
a. Roda-rodanya          b. Bahan pembuatannya
c. Baterai di dalamnya   d. Tembaga di dalamnya
  
13. Kemampuan suatu benda untuk melakukan kerja disebut …
a. Usaha     b. Energi    c.Gerak    d. Wujud
  
14. Diantara makanan berikut ini yang menjadi sumber energi bagi tubuh kita adalah …
a. Nasi    b. Bayam    c. Jeruk    d. Air
  
15. Permukaan bumi terdiri dari …
a. Daratan dan lautan    b. Daratan dan pegunungan
c. Sungai dan danau     d. Daratan dan sungai
  
16. Berikut ini yang termasuk daratan adalah …
a.  Gunung, danau dan sawah       b.  Gunung, lembah dan hutan
c.  Lautan, sungai dan danau        d.    Sungai, lautan dan gunung
  
17. Benda berbentuk bola yang menyerupai bentuk bumi di sebut … 
a. Bola   b. Planet    c. Globe    d. Peta
  
18. Pada umumnya, sungai bermuara ke …
a. Gunung    b. Danau   c. Laut      d. Sungai
  
19. Salah satu usaha mengatasi erosi adalah …
a. Terasering    b. Tumpang sari   c. Polusi    d. Reboisasi

20. Salah satu hewan langka yang  hamper punah yang patut dilindungi yaitu …
a. Sapi   b. Buaya    c. Serangga   d. Badak bercula satu

B. Isilah titik-titik dibawah ini dengan benar !
21.    Alat yang dipasang pada kendaraan agar mudah menggelinding disebut …
22.    Benda jatuh dari tempat yang … ke tempat yang rendah
23.    Olah raga yang menantang dilakukan di atas aliran sungai yang deras adalah …
24.    Energi adalah kemampuan benda untuk melakukan …
25.    Udara yang berhembus di sebut …
26.    Daerah paling dingin didunia adalah …
27.    Putaran kincir angin bisa dimanfaatkan untuk pembangkit …
28.    Penanaman kembali hutan yang gundul di sebut …
29.    Sumber daya alam yang dimanfaatkan sebagai bahan pakaian adalah …
30.    Sumber energi terbesar di bumi adalah …

C.    Jawablah pertanyaan-pertanyaan berikut ini !
31.    Tuliskan pengertian energi !
____________________________________________________________________________________________________________________________________
32.    Baiamana pengaruh cuaca terhadap kehidupan manusia !
____________________________________________________________________________________________________________________________________
33.    Sebutkan faktor – factor yang mempengaruhi gerak benda !
____________________________________________________________________________________________________________________________________
34.    Sebutkan 2 cara melestarikan sumber daya alam !
____________________________________________________________________________________________________________________________________
35.    Sebutkan 3 sumber daya alam yang kamu ketahui !

PERANAN KEPEMIMPINAN DALAM MANAJEMEN PAUD

B A B   I
PENDAHULUAN
A.    Latar Masalah
Pemimpin (leader) adalah seseorang yang memiliki kemampuan untuk mempengaruhi orang lain agar bisa bekerjasama sesuai dengan rencana demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Ada dua pendapat atau konsepsi tentang timbulnya kemampuan seseorang untuk menggerakkan orang-orang lain dalam bekerjasama untuk mencapai tujuan.
Pertama, Teori Genetik (pembawaan sejak lahir). Dimasa lalu banyak orang percaya bahwa seseorang dapat menjadi pemimpin karena darah atau keturunan. Teori ini biasanya hidup di kalangan bangsawan. Misalnya dalam cerita pewayangan: Mahabrata, Ramayana, Panji, dan sejarah kerajaan-kerajaan Hindu dan Islam di Indonesia. Dalam hal ini hanyalah keturunan raja saja yang dapat menggantikan kedudukan ayah atau orang tuanya untuk memerintah sebagai seorang pemimpin. Sebaliknya bukan atau tidak pernah menjadi pemimpin, anak-anaknya dipandang tidak akan mampu menjadi pemimpin. Dalam alam demokrasi sekarang ini, teori ini banyak ditentang.
Kedua, Teori Sosial. Teori sosial mengatakan bahwa kepemimpinan bukannya diperoleh berdasarkan keturunan, tetapi karena pengaruh  situasi dan kondisi masyarakat. Dengan perkataan lain teori ini menyatakan bahwa semua orang dapat saja menjadi pemimpin asal memiliki bakat-bakat yang cukup dapat dikembangkan melalui pendidikan, pengalaman, dan latihan tergantung pula akan ada tidaknya kesempatan serta iklim yang memungkinkannya menjadi pemimpin. Teori sosial ini sekarang lebih banyak dipakai karena lebih sesuai dengan alam demokrasi dan tuntutan hak-hak asasi manusia[1].
Dalam kenyataannya, tidak semua orang yang menduduki jabatan pemimpin memiliki kemampuan untuk memimpin atau memiliki kepemimpinan, sebaliknya banyak orang yang memiliki bakat kepemimpinan tetapi tidak pernah mendapat kesempatan untuk menjadi pemimpin dalam arti yang sebenarnya.
Saat ini di Indonesia telah berkembang sebuah system pendidikan baru yang berfokus pada anak usia dini, karena pengetahuan mengenai pentingnya pendidikan untuk anak usia dini telah berkembang pesat dan menyadarkan orang-orang dewasa di sekeliling anak usia dini. Begitu pula dengan dana dukungan pemerintah, maka kini bermunculan lembaga pendidikan untuk anak usia dini. Namun ironisnya lembaga PAUD ini pada kenyataannya sering berjalan tidak sesuai harapan pemerintah maupun orang tua yang menyekolahkan anaknya di lembaga tersebut. Dikarenakan banyak masalah yang timbul kemudian termasuk masalah kepemimpinan dalam manajemen PAUD.
Pengelolaan pendidikan bukanlah mengelola sebuah tempat usaha barang, melainkan mengelola sumber daya manusia dengan peradaban dimasa mendatang. Suatu bencana besar ketika manusia mengelola pendidikan hanya dilihat dari kacamata pribadi, orang yang demikian ini termasuk melemahkan generasi mendatang. Begitu pula bagi orang yang mengembangkan pendidikan hanya mengandalkan kekuasaan atau power semata. Untuk itulah dibutuhkan formula yang tepat dalam mengatur segala permasalahan manajemen Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) serta kepemimpinan yang handal yang memahami posisinya sebagai pemimpin dengan benar.

B.     Ruang Lingkup
        Untuk membatasi pembahasan masalah dalam makalah kali ini, maka dibuat ruang lingkup yang akan memetakan permasalahan apa saja yang akan dibahas berikutnya.
1.      Pengertian kepemimpinan
2.      Pengertian manajemen PAUD
3.      Peranan kepemimpinan mengutip dari  pemikiran Joseph J Caruso (Roles and Responsibility)
a.       Peranan Pemimpin sebagai direktur pelaksana/pemimpin pelaksana
b.      Peranan Pemimpin sebagai pemimpin program pelaksanaan
c.       Peranan Pemimpin sebagai coordinator pendidikan
d.      Peranan Pemimpin sebagai kepala sekolah
e.       Peranan Pemimpin sebagai guru
f.       Peranan pemimpin sebagai penanggung jawab training dari Perguruan Tinggi
g.      Peranan pemimpin sebagai penasihat himpunan perkembangan anak
h.      Peranan pemimpin sebagai konsultan

4.      Peranan kepemimpinan menurut Marjory Ebbeck

C.     Tujuan pembahasan
1.      Agar setelah melakukan diskusi dengan bahan permasalahn dari  makalah ini, penulis khususnya serta para pembaca dapat memahami arti dari kepemimpinan terutama dalam manajemen PAUD
2.      Selain itu, agar dapat memahami dengan benar peranan kepemimpinan yang luas dan beragam dalam manajemen PAUD


D.    Manfaat pembahasan
        Manfaat yang didapat dari penulisan ini bagi penulis khususnya adalah dapat memahami serta mudah-mudah dapat mengaplikasikan ilmu tentang peranan kepemimpinan dalam manajemen PAUD. Begitu pula dengan para pembaca pada umunya
B A B   II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian dari kepemimpinan
        Sekarang ini, hampir tidak ada pendapat yang sama mengenai kepemimpinan, khususnya pada lembaga atau manajemen PAUD. Dan kita juga tidak memiliki daftar pengetahuan mengenai kepemimpinan dan apa yang dapat kita harapkan dari seorang pemimpin.
        Pada awal tahun 1990, sebuah kelompok(himpunan) pendidikan di finlandia, Inggris, Australia, Amerika, dan Rusia mendirikan International Leadership Project (ILP) untuk mengeksplor konsep kepemimpinan pada pengelolaan pendidikan anak usia dini di Negara mereka. Model kepemimpinan ILP konteksnya ditenpatkan dalam kerangka lingkungan dimana anak, orang tua, dan anggota (staf) lembaga PAUD diorganisir sebagai system sosial yang lebih luas. Hal ini telah dimunculkan bahwa kepemimpinan timbul melalui interaksi antara berbagai peranan dan struktur dalam organisasi yang berbeda.
        Berbagai tantangan yang ditemui telah memastikan (menyeleksi) secara alami dan signifikan kepemimpinan pada pendidikan anak usia dini, hal ini sama baiknya dengan eksplorasi berbagai peran dan tanggung jawab yang melekat pada kepemimpinan dalam bermacam konteks sosial.[2]
        Berbagai macam definisi dari kepemimpinan:
“ kepimimpinan adalah sebuah penataan hubungan timbal balik, bukan sesuatu yang statis/kaku (tidak berubah” ( Morgan 1997:13)
“kepemimpinan adalah kemampuan untuk mempengaruhi orang lain, terutama dengan cara menyatukan orang-orang untuk menghadapi tantangan dalam meraih tujuan” (Chapman & O’Neil 200:2)
“kepemimpinan adalah komoditas yang mudah berubah (pecah/retak), diperoleh dengan waktu yang lama dan berulang-ulang, kepemimpinan  dapat tumbuh(bertanbah) pada individu (pemimpin itu sendiri) maupun organisasi” (Kagan & Bowman 1997)
“kepemimpinan berarti(dapat diartikan sebagai)  dua hal, mengelola hari ini dan mengarahkan untuk masa depan” (Nivala 1998:15)
”kepemimpinan adalah memiliki tujuan penuh kebiasaan dalam mempengaruhi orang lain untuk berkontribusi pada tujuan umum yang telah disetujui untuk keuntungan individu dan juga organisasi atau kebaikan umum(bersama)” (Sarros & Butchatsky 1996:3)
        Dari beberapa definisi di atas, jelas bahwa kepemimpinan merupakan multibidang atau mencakup berbagai bidang pekerjaan/ peranan dan mungkin dapat dijelaskan dengan berbagai cara. Ada persetujuan/ kesamaan pendapat diantara para penulis bahwa kepemimpinan tumbuh melalui interaksi dengan orang lain, dan kerjasama yang tersusun antara pemimpin dan pengikut adalah hal penting yang menopang kepemimpinan. Dengan kata lain, ada banyak cara untuk menjelaskan keahlian yang esensi dan karakteristik dari pemimpin.
        Mengutip dari Rodd 1998 ada lima kunci kepemimpinan yang efektif adalah kemampuan pemimpin untuk:
1.      Menyediakan sebuah pandangan dan mengkomunikasikannya
2.      Membangun budaya kelompok
3.      Membuat tujuan dan sasaran-sasaran
4.      Memantau dan meningkatkan komunikasi, dan
5.      Memfasilitasi dan mendorong pengembangan diri (anggota)[3]
B.     Pengertian Manajemen PAUD
        Imron Arifin yang juga  ketua Yayasan Pendidikan Anak Saleh Malang dan Dosen Pascasarjana Universitas Negeri Malang, menerangkan dalam Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) diselenggarakan sebelum jenjang pendidikan dasar,  diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal, nonformal, dan informal, dilaksanakan melalui  jalur pendidikan formal berbentuk taman kanak-kanak (TK), raudatul athfal (RA), atau  bentuk lain yang sederajat, dan melalui jalur pendidikan nonformal berbentuk kelompok bermain (KB), taman penitipan anak (TPA), atau bentuk lain yang sederajat. Lalu PAUD berbentuk pendidikan keluarga atau pendidikan yang diselenggarakan lingkungan.[4]

        Manajemen Program PAUD adalah manajemen pendirian PAUD (membuka lembaga PAUD baru dan manajemen perbaikan/pembenahan PAUD(improvisasi manajemen PAUD yang sudah berjalan)). Persyaratan  minimal manajemen PAUD yaitu, ada peserta didik usia dini (0-6 tahun), ada penyelenggara berbadan hukum, ada pengelola PAUD (TPA, KB, BKB, TK, dll), ada pendidik dan tenaga kependidikan PAUD. Juga tersedia saran dan prasarana pendidikan, memiliki menu generik (kurikulum), memiliki program kegiatan belajar-bermain dan mengajar (PKBM), dan tersedia sumber dana untuk pelaksanaan atau operasional pendidikan.
        Ditambahkan, dalam manajemen PAUD mempunyai orientasi layanan berupa layanan kesehatan dan gizi (pertumbuhan, layanan kecerdasan dan psikologis, layanan sosial dan sikap (emosional), layanan keagamaan dan spiritualisasi. Hal ini bertujuan agar anak usia dini yang terdidik dapat memiliki pengalaman belajar, otak berkembang optimal, pertumbuhan fisik yang sehat, perkembangan psikososial positif, dan bertumbuh sesuai dengan dunia anak.
        Selain substansi pengelolaan program PAUD yang meliputi manajemen personalia atau SDM, kurikulum (menu) kegiatan bermain dan belajar kemudian manajemen peserta didik, manajemen keuangan lembaga, dan manajemen humas serta manajemen sarana- prasarana.

        Dalam hal ini Imron Arifin pun menegaskan bahwa di dalam manajemen keuangan lembaga harus  jelas yaitu pembukuan keuangan yang akuntable, pembukuan sumbangan-sumbangan, pelaporannya dan pertanggungjawaban, pelaporan keuangan dana bantuan dari pemerintah dan instansi terkait. Selain itu pun juga harus memiliki manajemen pendukung keuangan yang juga mempunyai pembukuan usaha-usaha ekonomi PAUD, dan pembukuan khusus dana-dana keagamaan, serta pembukuan keuangan POMG.

C.    Peranan kepemimpinan mengutip dari  pemikiran Joseph J Caruso (Roles and Responsibility)
        Peranan kepemimpinan pada posisi seorang pemimpin dalam manajemen PAUD sangat beragam, biasanya pemimpin memiliki banyak peran, seperti sebagai direkrur pelaksana, koordinator pendidikan, kepala sekolah, dll. Seluruh pekerjaan di atas, mempunyai nama dan istilah masing masing. Seringkali seorang pemimpin harus mengerjakan lebih dari satu pekerjaan. Dan sebaliknya, jarang sekali seorang pemimpin dalam manajemen PAUD hanya mengerjakan satu jenis tugas dalam kepemimpinannya.
        Kepemimpinan ini merupakan posisi yang mengemban banyak peran dan tanggung jawab, seperti, pemilik lembaga, pemimpin guru (kepala sekolah), pemimpin perpustakaan, dll. Pemimpin juga harus memiliki pengalaman yang beragam atau pernah menjalankan tugas (peran) rangkap, seperti, menyelesaikan konflik anggota (staf), mengatasi stres, dan menyadarkan anggota atas peran dan tugas mereka sehingga mereka menemukan bahwa mereka tidak memiliki waktu atau sumber untuk semua keluhan mereka. Dengan kata lain para anggota/staf harus dihimbau agar bekerja lebih efisien dan efektif, dan ini hanya bisa dilakukan oleh pemimpin yang baik dan memahami perannya dengan benar.

1.      Peranan Pemimpin sebagai direktur eksekutif/pemimpin pelaksana (executive director)
      Pemimpin/direktur eksekutif  biasanya adalah kepala administrasi pada sebuah pengelolaan manajemen PAUD yang besar dan bertugas melaporkan langsung pada dewan pengurus. Direktur eksekutif bertugas mengawasi seorang asisten, koodinator beberapa program pelayanan sosial dalam lembaga, memimpin program pada berbagai tempat, dan memimpin seluruh pegawai melalui sebuah pusat rangkaian tugas. Pemimpin model ini seperti pemimpin yang lebih tinggi dari tingkat staf langsung namun memiliki sedikit kontak pribadi dengan staf yang bertanggung jawab pada anak dalam sebuah lembaga pendidikan AUD.

2.      Peranan pemimpin sebagai pemimpin program (program director)
        Pemimpin program adalah administrator yang bertanggungjawab akan berjalannya suatu program. Tanggung jawab pemimpin program biasanya, menjadi pengelola administrasi, pemantau, dewan pengurus pertemanan/kerjasama, dan komunitas kerja sama, dan sebagian besar sebagai guru.
        Diantara tugas tugas mereka adalah memelihara pemenuhan yang sesuai dengan hukum/peraturan, merekrut staf dan anak, membuat anggaran belanja dan mengumpulkan dana, memantau dan mengevaluasi staf, memimpin program evaluasi tahunan, bekerja sama dengan orang tua dan lembaga PAUD lainnya serta berbagai Instutusi pendidikan lainnya, merencanakan kurikulum, melaporkan dan mengerjakannya dengan dewan pengurus, mengawasi pemeliharaan fasilitas dan perlengkapan, dan perencanaan makanan yang dimasak di sekolah.
        Karena pemimpin program selalu ada di tempat dan bekerja langsung di kelas atau di luar kelas (ruang staf). Pemantauan menjadi lebih luas dari direktur eksekutif. Program administrasi atau mengajar dapat mengambil banyak dari waktu pemimpin ini.

3.      Peranan pemimpin sebagai koordinator pendidikan
        Koordinator pendidikan adalah yang memberikan batasan dan lebih fokus pada kepemimpinan [rogram. Tanggungjawabnya adalah untuk mengawasi komponen pendidikan/pembelajaran dari sebuah lembaga pendidikan atau program yang memastikan bahwa kelas dan staf berfungsi sesuai dengan garis pedoman program untuk memberikan keuntungan terbaik bagi anak. Koodinator ini bekerja pada area pengembangan staf, training dan kurikulum, dengan pembagian waktu yang telah disepakati.
        Pada program yang lebih kecil, koordinator program mengawasi staf yang bekerja langsung dengan anak(mengajar anak) dan juga diawasi oleh pemimpin program.
4.      Peranan pemimpin sebagai kepala guru/pemimpin guru (head teacher)
        Tidak sepeerti pemimpin program dan koordinator pendidikan, yang lebih banyak bekerja dengan orang dewasa, kepala sekolah mempunyai tanggung jawab utama berkerja dengan anak. Biasanya dikarenakan pengalaman, pendidikan, pelatihan, dan atau demontrasi keahlian guru kelas maka ia menjadi kepala guru/sekolah.
         Pemimpin guru biasanya mengawasi pekerjaan dari beberapa kelas. Mereka mengawasi guru lain, dan diawasi oleh koordinator pendidikan atau pemimpin program. Sebagai kepala/pemimpin guru berusaha untuk menyatukan dua tanggungjawab dengan mengajar dan mengawasi.
        Diantara tugas spesifik dari kepala/pemimpin guru adalah tiba lebih dulu di kelas untuk mempersiapkan dan menata bahan untuk aktivitas hari itu, menyiapkan/memeriksa kehadiran harian, dan meneliti hasil rekaman pengamatan anak-anak, memberikan bantuan dalam perencanaan program orangtua, menghadiri pertemuan evaluasi dengan lembaga pelayanan sosial, menata/merencanakan konferensi(pertemuan) tahunan dengan masing-masing orang tua, membuat acara perpisahan/penyerahan, mengawasi anggota tim yang lain, mengajar anak, dan merencanakan serta memimpin pertemuan anggota (team guru).

5.      Peranan pemimpin sebagai guru
        Guru anak usia dini seringkali menjadi pengawas seorang asisten(guru pendamping, atau membayar seorang relawan, dalam rangka menambah tenaga kerja untuk mendidik dan mengurus anak-anak. Guru biasanya diawasi oleh pemimpin guru, koordinator, dan pemimpin program.

6.      Peranan pemimpin sebagai penanggung jawab training dari Perguruan tinggi (college supervisor)
        College supervisor adalah seorang anggota  fakultas dari sebuah perguruan tinggi yang bertanggung jawab untuk melatih dan mengawasi beberapa individu yang beraspirasi untuk bekerja pada lembaga PAUD. Kadang-kadang mereka mengawasi pembantu/relawan yang berpengalaman yang bekerja pada program spesial atau untuk tingkat yang lebih tinggi. Seringkali, mereka mengawasi mahasiswa yang berencana mengajar anak usia dini.

7.      Peranan pemimpin sebagai penasihat perkumpulan/asosiasi perkembangan anak (child development assosiate (CDA) advisor)
        Penasihat ini mungkin bagian dari program pelatihan CDA, atau pekerja freelance(bebas) dengan staf di kelas yang dengan surat kuasa dari CDA. Penasihat ini juga sering bekerja sama dengan sebuah perguruan tinggi, universitas, atau berbagai sumber dan pelatihan atau lembaga training, namun mungkin diikuti oleh seorang staf dari lembaga  mereka sendiri atau lembaga pendidikan lainnya.

8.      Sebagai konsultan (consultant)
       Konsultan dari lembaga pelatihan, kadang berkerja di tempat dengan sebuah program dengan seluruh atau seorang guru. Mereka mungkin juga bekerja dengans staf melalui kelompok diskusi. Hal ini adalah bentuk dari pengawasan pada program pemeliharaan anak dalam keluarga (family child care).[5]

D.    Peranan kepemimpinan menurut Marjory Ebbeck
1.      Peranan pemimpin sebagai orang yang membangun dan menyampaikan pilosofi dari visi dan misi.
2.      Peranan pemimpin sebagai orang yang menyampaikan (mengajarkan, mengerjakan) kualitas pelayanan (dalam pelayanan PAUD)
3.      Peranan pemimpin sebagai orang yang melakukan profesionalitas secara terus menerus dan mendorong seluruh anggota (staff) untuk melakukan hal yang sama.
4.      Peranan pemimpin sebagai orang yang bertanggung jawab dan bersikap (berbuat./bertingkah laku) sebagai pendukung/penyokong anak, orang tua, staf, profesinya, dan komunitas umum.
5.      Peranan pemimpin sebagai orang yang membangun kolaborasi dan gaya kerjasama dalam kepemimpinan
6.      Peranan pemimpin sebagai orang yang sensitive dan responsive terhadap perubahan perubahan yang dibutuhkan serta mengelola perubahan dengan efektif