Pembelajaran
multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui,
menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan
gender, ras, kelas, ( Sleeter and Grant, 1998 ). Pendidikan multikultural
mencoba menyatukan bangsa secara demokratis, dengan menekankan pada persepektif
pluralitas masyarakat di berbagai bangsa, etnik, kelompok yang berbeda. Dengan
demikian sekolah dikondisikan untuk mencerminkan praktik-praktik nilai demokrasi.
Pembelajaran
ini didasarkan pada filosofi kebebasan, keadilan, kesederajatan, dan
perlindungan terhadap hak-hak manusia. Bahwa hakikatnya mempersiapkan seluruh
siswa untuk berkerja secara aktif menuju kesamaan struktur dalam organisasi dan
lembaga sekolah. Selain itu berusaha memberdayakan siswa untuk berusaha
mengembangkan rasa hormat kepada yang berbudaya yang berbeda dan untuk memberi
kesempatan untuk berkerja sama dengan orang yang berbeda dengan rasa tau etnik
lain.
Tujuan
ini diidentifikasi : 1). Memandang keberadaan siswa yang beraneka ragam. 2).
membantu siswa dalam perlakuan positif dalam menghadapi perbedaan kultural, ras
etnik, kelompok keberagaman, 3). Mengajarkan siswa dalam mengambil keputusan
dan keterampilan sosialnya, 4). membantu peserta didik dalam membangun
ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran positif kepada mereka mengenai
perbedaan kelompok (Banks, dalam Skeel, 1995)
Mengapa
perlu pembelajaran berbasis multikultural ?
- Mampu
meningkatkan empati dan mengurangi prasangka warganegara antarbudaya agar
mampu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan (nonviolent).
- Mengedepankan
proses interaksi sosial dan memiliki kandungan afeksi yang kuat.
- Membangun
kolaboratif dan memiliki komitmen nilai yang tinggi dalam masyarakat yang
majemuk.
- Memberikan
penyelesaian dalam mengelola konflik SARA yang timbul di masyarakat dengan
cara meningkatkan empati dan mengurangi prasangka.
Dengan
kata lain bahwa sekolah adalah awal tempatnya bertemu dengan kelompok rasial
dan etnis yang berbeda namun dalam perbedaan itu sekolah harus bisa memberikan
pengalaman ilmu dan hak yang sama dalam proses pendidikan dengan juga
menanamkan pendidikan multi kultural dan bukan hanya mengajarkan ilmu-ilmu
akademis dan disertai pembekalan pendidikan ilmu agama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar