Selasa, 27 Juni 2017

Pembelajaran Berbasis Multikultural


Pembelajaran multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui, menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan gender, ras, kelas, ( Sleeter and Grant, 1998 ). Pendidikan multikultural mencoba menyatukan bangsa secara demokratis, dengan menekankan pada persepektif pluralitas masyarakat di berbagai bangsa, etnik, kelompok yang berbeda. Dengan demikian sekolah dikondisikan untuk mencerminkan praktik-praktik nilai demokrasi.

Pembelajaran ini didasarkan pada filosofi kebebasan, keadilan, kesederajatan, dan perlindungan terhadap hak-hak manusia. Bahwa hakikatnya mempersiapkan seluruh siswa untuk berkerja secara aktif menuju kesamaan struktur dalam organisasi dan lembaga sekolah. Selain itu berusaha memberdayakan siswa untuk berusaha mengembangkan rasa hormat kepada yang berbudaya yang berbeda dan untuk memberi kesempatan untuk berkerja sama dengan orang yang berbeda dengan rasa tau etnik lain.

Tujuan ini diidentifikasi : 1). Memandang keberadaan siswa yang beraneka ragam. 2). membantu siswa dalam perlakuan positif dalam menghadapi perbedaan kultural, ras etnik, kelompok keberagaman, 3). Mengajarkan siswa dalam mengambil keputusan dan keterampilan sosialnya, 4). membantu peserta didik dalam membangun ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran positif kepada mereka mengenai perbedaan kelompok (Banks, dalam Skeel, 1995)

Mengapa perlu pembelajaran berbasis multikultural ?
  1. Mampu meningkatkan empati dan mengurangi prasangka warganegara antarbudaya agar mampu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan (nonviolent).
  2. Mengedepankan proses interaksi sosial dan memiliki kandungan afeksi yang kuat.
  3. Membangun kolaboratif dan memiliki komitmen nilai yang tinggi dalam masyarakat yang majemuk.
  4. Memberikan penyelesaian dalam mengelola konflik SARA yang timbul di masyarakat dengan cara meningkatkan empati dan mengurangi prasangka.

Dengan kata lain bahwa sekolah adalah awal tempatnya bertemu dengan kelompok rasial dan etnis yang berbeda namun dalam perbedaan itu sekolah harus bisa memberikan pengalaman ilmu dan hak yang sama dalam proses pendidikan dengan juga menanamkan pendidikan multi kultural dan bukan hanya mengajarkan ilmu-ilmu akademis dan disertai pembekalan pendidikan ilmu agama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar