Senin, 03 Juli 2017
Selasa, 27 Juni 2017
Mel Silberman (1996:2)
Apa yang saya dengar,
saya lupa.
Apa yang saya dengar
dan lihat, saya ingat sedikit.
Apa yang saya dengar,
lihat dan tanyakan atau diskusikan dengan beberapa teman lain, saya mulai
paham.
Apa yang saya dengar,
lihat, diskusikan, dan lakukan, saya memperoleh pengetahuan dan keterampilan.
Apa yang saya ajarkan
pada orang lain, saya kuasai.
Pembelajaran Berbasis Multikultural
Pembelajaran
multikultural adalah kebijakan dalam praktik pendidikan dalam mengakui,
menerima dan menegaskan perbedaan dan persamaan manusia yang dikaitkan dengan
gender, ras, kelas, ( Sleeter and Grant, 1998 ). Pendidikan multikultural
mencoba menyatukan bangsa secara demokratis, dengan menekankan pada persepektif
pluralitas masyarakat di berbagai bangsa, etnik, kelompok yang berbeda. Dengan
demikian sekolah dikondisikan untuk mencerminkan praktik-praktik nilai demokrasi.
Pembelajaran
ini didasarkan pada filosofi kebebasan, keadilan, kesederajatan, dan
perlindungan terhadap hak-hak manusia. Bahwa hakikatnya mempersiapkan seluruh
siswa untuk berkerja secara aktif menuju kesamaan struktur dalam organisasi dan
lembaga sekolah. Selain itu berusaha memberdayakan siswa untuk berusaha
mengembangkan rasa hormat kepada yang berbudaya yang berbeda dan untuk memberi
kesempatan untuk berkerja sama dengan orang yang berbeda dengan rasa tau etnik
lain.
Tujuan
ini diidentifikasi : 1). Memandang keberadaan siswa yang beraneka ragam. 2).
membantu siswa dalam perlakuan positif dalam menghadapi perbedaan kultural, ras
etnik, kelompok keberagaman, 3). Mengajarkan siswa dalam mengambil keputusan
dan keterampilan sosialnya, 4). membantu peserta didik dalam membangun
ketergantungan lintas budaya dan memberi gambaran positif kepada mereka mengenai
perbedaan kelompok (Banks, dalam Skeel, 1995)
Mengapa
perlu pembelajaran berbasis multikultural ?
- Mampu
meningkatkan empati dan mengurangi prasangka warganegara antarbudaya agar
mampu menyelesaikan masalah tanpa kekerasan (nonviolent).
- Mengedepankan
proses interaksi sosial dan memiliki kandungan afeksi yang kuat.
- Membangun
kolaboratif dan memiliki komitmen nilai yang tinggi dalam masyarakat yang
majemuk.
- Memberikan
penyelesaian dalam mengelola konflik SARA yang timbul di masyarakat dengan
cara meningkatkan empati dan mengurangi prasangka.
Dengan
kata lain bahwa sekolah adalah awal tempatnya bertemu dengan kelompok rasial
dan etnis yang berbeda namun dalam perbedaan itu sekolah harus bisa memberikan
pengalaman ilmu dan hak yang sama dalam proses pendidikan dengan juga
menanamkan pendidikan multi kultural dan bukan hanya mengajarkan ilmu-ilmu
akademis dan disertai pembekalan pendidikan ilmu agama.
Diskriminasi Rasial
Sebanyak
69 orang tewas dan 80 orang ditahan di Sharpeville, Afrika Selatan, pada 21
Maret 1960. Mereka menentang politik apartheid, yang membedakan perlakuan
berdasarkan warna kulit. Apartheid terjadi dimulai tahun 1948- 1991. Tanggal
itu dijadikan hari internasional penghilangan diskriminasi rasial. Tapi hingga
kini, tindakan rasis masih terjadi di segala penjuru dunia.
Terdapat
4 pembagian ras : 1. Bantu ( Kulit Hitam ), 2. Kulit Putih, 3. Campuran, 4.
Asia. Delapan puluh persen tanah dikuasai kulit putih. 3,5 juta orang kulit
hitam dipaksa mengungsi dan jatuh miskin. Lebih dari 21.000 korban meninggal,
14.000 diantaranya selama masa transisi 1990- 1994. Sebanyak 132 tahan politik
di eksekusi.
106
ribu kebencian bernada rasis pertahun di Inggris Raya sepanjang tahun 2012 -2015. Sebanyak 57%
kenaikan angka kejahatan rasisme selama empat hari setelah Brexit. Sebanyak
47,1% orang Jerman mengeluh terlalu banyak pendatang dari negara lain.
Diantaranya 30% menginginkan imgiran diusir. Kemudian sebanyak 6 juta orang
Yahudi disebutkan tewas dalam Holocaust akibat Perang Dunia ke II. Dari negara
Jepang 1 dari 3 pekerja asing mengalami diskriminasi.
Sebanyak
43,5% orang Afrika Selatan jarang berinteraksi dengan warga ras lain. Lebih
dari 800 ribu warga Rwanda tewas pada tahun 1994 akibat genosida karena
persoalan ras. Di Amerika 6 dari 10 orang menilai belum ada persamaan hak
antara kulit hitam dan kulit putih. Sebanyak 66% orang kulit hitam menyatakan
kesempatan kerja untuk mereka masih kurang. Sebanyak 75% warga kulit hitam
menilai kualitas pendidikan untuk mereka masih rendah.
Terdapat
sebanyak 80% pengendara di New York yang diberhentikan polisi berkulit hitam
dan latin, 85% digeledah, termasuk 8% pengendara yang dihentikan berkulit
putih. 10% hukuman kulit hitam lebih lama ketimbang kulit putih untuk kasus
yang sama pada tahun 2010. Sebanyak 43% orang kulit hitam pesimistis bakal ada
persamaan dengan kulit putih.
Sumber : BBC, BRITANICA, GUARDIAN,
HISTORY, INSTITUTE OF RACE RELATIONS, PEW RESEARCH CENTER, SOUTH AFRICAN
HISTORY ONLINE, TELESURV, UNITED NATIONS.
“Penulis’’ menulis ulang dari majalah Tempo
halaman 29 terbitan 10-16 April 2017. Jika terdapat kesalahan dalam menulis
informasi di dalam artikel ini mohon penulis di maafkan oleh para pembaca.
Puisi “Bhineka Tunggal Ika’’
Bhineka Tunggal Ika
Lambang negara kita
Republik Indonesia
Beribu-ribu pulaunya
Berjuta-juta rakyatnya
Namun satu citanya
Bhineka Tunggal Ika
Ikrar kita bersama
Kita bina bersama
Kita bina selamanya
Persatuan bangsa
Kesatuan Jiwa
Indonesia bahagia
(Syair : A. Thalib)
Wiratman Wangsadinata
Guru
besar yang merancang jembatan Selat Sunda ini meninggal di Rumah Sakit Pondok
Indah, Jakarta Selatan. Pria yang disebut guru para ahli konstruksi dalam
negeri ini meninggal pada usia 82 tahun. Wiratman yang mengawali kariernya setelah
lulus dari Institut Teknologi Bandung, juga dikenal sebagai pengusaha sukses
dengan mendirikan lembaga konsultan yang sudah merancang ribuan konstruksi di
dalam dan di luar negeri.
Senin, 26 Juni 2017
TAMIANG PUNGON
Jumolo
do hita, mandok mauliate tu Tuhan ni. Dilehon di hita hahipason, marpungu di
bagasan on. Dosa na mi sesama unang torob boi pasu-pasu, nahombur tu Tuhan mi.
Sipanganon dohot di inumon marade bahen ma tau sibuk dohot pargogo.
Amen.
Langganan:
Postingan (Atom)