1. Identifikasi topik – topik yang
relevan dengan program POD dan peningkatan diri peserta didik orang dewasa.
Berikan alasan jawaban anda!
Program pendidikan orang dewasa meliputi lembaga kursus,
pusat pendidikan & pelatihan, pusat kegiatan belajar dan masih banyak lagi.
Semua topik relevan dengan program POD, mulai dari sejarah POD sampai aspek
manajemen lembaga POD. Pendidikan Orang Dewasa adalah suatu proses dimana
orang-orang yang sudah memiliki peran sosial sebagai orang dewasa melakukan
aktivitas belajar yang sistematik dan berkelanjutan dengan tujuan untuk membuat
perubahan dalam pengetahuan, sikap, nilai-nilai, dan keterampilan. Topik – topik
tersebut akan mengkaji bagaimana menjadi orang dewasa yang melakukan akvitas
belajar sesuai dengan tujuan pendidikannya.
2. Evaluasi program POD dapat
menggunakan Kirkpatrick. Menurut anda 4 model evaluasi ini apakah dapat
diterapkan setelah diklat berlangsung ? jelaskan jawaban anda!
4 model evaluasi ini dapat
diterapkan setelah diklat berlangsung. 4 model ini meliputi
(1) Reaction, (2)
Learning, (3) Behaviour, (4) Result. :
a. Rection
Evaluasi ini dilakukan pada saat dan
setelah menerima materi pelatihan, yakni evaluasi untuk mengukur minat dan
reaksi peserta atas pelatihan.Evaluasi reaksi ini sama halnya dengan mengukur
tingkat kepuasan peserta pelatihan.
b. Learning
Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur
tingkat pemahaman peserta setelah menerima pembahasan dari para pelatih setiap
sesi pelatihan. Penilaian terhadap tingkat pemahaman ini sangat penting untuk
mengetahui apakah peserta materi yang diberikan dalam pelatihan.Pada level
evaluasi ini untuk mengetahui sejauh mana daya serap peserta program pelatihan
pada materi pelatihan yang telah diberikan, dan juga dapat mengetahui dampak
dari program pelatihan yang diikuti para peserta dalam hal peningkatan
knowledge, skill dan attitude mengenai suatu hal yang dipelajari dalam
pelatihan.Untuk mengetahuinya, biasanya peserta diberikan tes sebelum dan
sesudah pelatihan.
c. Behavior
Evaluasi ini dilakukan setelah
pelatihan. Tujuannya untuk melihat bagaimana perilaku peserta setelah mengikuti
pelatihan, langkah – langkah apa yang sudah dilakukan serta bagaimana sikap stake
holder terhadap hasil pelatihan.diharapkan setelah mengikuti pelatihan terjadi
perubahan tingkah laku peserta dalam melakukan pekerjaan. Dan juga untuk
mengetahui apakah pengetahuan, keahlian dan sikap yang baru sebagai dampak dari
program pelatihan, benar-benar dimanfaatkan dan diaplikasikan di dalam perilaku
kerja sehari-hari dan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan
kinerja/kompetensi di unit kerjanya masing-masing.
d. Result
Level ini untuk menguji dampak
pelatihan terhadap kelompok kerja atau organisasi secara keseluruhan. Sasaran
pelaksanaan program pelatihan adalah hasil yang nyata yang akan disumbangkan
kepada perusahaan/organisasi sebagai pihak yang berkepentingan.
3. Manajemen waktu, prestasi diri dan
makna hidupmempunyai hubungan linier. Jelaskan makna pertanyaan tersebut dan
berikan contoh.
Manajemen waktu adalah cara bagaimana seseoran mengatur
waktunya untuk kegiatan – kegiatan yang dilakukan sehingga ia dapat
melakukannya kegiatan itu dengan baik. Prestasi diri merupakan merupakan suatu
penghargaan terhadap individu karena sudah melakukan sesuatu yang membanggakan.
Sedangkan makna hidup merupakan kehidupan yang bermakna atau arti dari
kehidupan yang dapat menyadarkan diri seseorang bahwa hal itu merupakan makna
yang perlu disyukuri dalam kehidupan.
Contoh: Seorang anak laki - laki
berusia 17 tahun berhasil menjadi juara Hafidz Al-Qur’an di salah satu Program
Televisi. Untuk menjadi juara, anak itu harus membagi waktunya untuk
menghafalkan Al-Qur’an dan kegiatanya bersekolah. Ia pun menjadi juara kelas.
Manajemen waktu anak tersebut sangatlah baik sehingga ia mampu menghafal
Al-Qur’an untuk berkompetisi dan mempertahankan nilai pelajarannya. Kemudian
dengan ia menghafalkan Al – Qur’an (ayat dan artinya) ia juga mampu
melaksanakan kehidupan dengan ilmu. Didalam kitab suci Al – Qur’an dijelaskan mengenai
ilmu. Maka anak itu mampu menyesuaikannya dan diterapkan didalam kehidupannya.
4. Manajemen lembaga POD bertumpu kepada
pemimpin dan budaya organisasi. Jelaskan dua aspek tersebut mampu menunjang
keberhasilan lembaga POD. Berikan contoh!
Disetiap organisasi pastilah ada seorang pemimpin yang
mengatur segala hal yang ada didalam organisasi itu. Disetiap organisasi juga
mempunyai budaya merupakan sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para
anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya.
Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung
tinggi oleh organisasi. Kedua hal tersebut merupakan tumpuan sebuah manajemen
lembaga POD.
Contoh : Didalam lembaga keuangan
syariah, pemimpin perusahaan menciptakan program mengaji bersama setiap hari pada
jam setengah 8 untuk yang muslim. Hal ini merupaka budaya organisasi yang
membedakan lembaga ini dengan lembaga yang lain. Dengan adanya program ngaji
ini, maka, seluruh peserta dapat mengetahui bagaimana menjadi pribadi yang baik
dalam melayani serta berpegang kepada Al – Qur’an agar lebih
baik lagi dalam memberikan penajaman tentang nilai, keyakinan, dan sikap terhadap
lingkungan kerja yang syariah.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar