Selasa, 02 Februari 2016

Teknologi Pendidikan



1.      Identifikasi topik – topik yang relevan dengan program POD dan peningkatan diri peserta didik orang dewasa. Berikan alasan jawaban anda!
Program pendidikan orang dewasa meliputi lembaga kursus, pusat pendidikan & pelatihan, pusat kegiatan belajar dan masih banyak lagi. Semua topik relevan dengan program POD, mulai dari sejarah POD sampai aspek manajemen lembaga POD. Pendidikan Orang Dewasa adalah suatu proses dimana orang-orang yang sudah memiliki peran sosial sebagai orang dewasa melakukan aktivitas belajar yang sistematik dan berkelanjutan dengan tujuan untuk membuat perubahan dalam pengetahuan, sikap, nilai-nilai, dan keterampilan. Topik – topik tersebut akan mengkaji bagaimana menjadi orang dewasa yang melakukan akvitas belajar sesuai dengan tujuan pendidikannya.

2.      Evaluasi program POD dapat menggunakan Kirkpatrick. Menurut anda 4 model evaluasi ini apakah dapat diterapkan setelah diklat berlangsung ? jelaskan jawaban anda!
4 model evaluasi ini dapat diterapkan setelah diklat berlangsung. 4 model ini meliputi
 (1) Reaction, (2) Learning, (3) Behaviour, (4) Result. :
a.      Rection
Evaluasi ini dilakukan pada saat dan setelah menerima materi pelatihan, yakni evaluasi untuk mengukur minat dan reaksi peserta atas pelatihan.Evaluasi reaksi ini sama halnya dengan mengukur tingkat kepuasan peserta pelatihan.
b.      Learning
Evaluasi ini dilakukan untuk mengukur tingkat pemahaman peserta setelah menerima pembahasan dari para pelatih setiap sesi pelatihan. Penilaian terhadap tingkat pemahaman ini sangat penting untuk mengetahui apakah peserta materi yang diberikan dalam pelatihan.Pada level evaluasi ini untuk mengetahui sejauh mana daya serap peserta program pelatihan pada materi pelatihan yang telah diberikan, dan juga dapat mengetahui dampak dari program pelatihan yang diikuti para peserta dalam hal peningkatan knowledge, skill dan attitude mengenai suatu hal yang dipelajari dalam pelatihan.Untuk mengetahuinya, biasanya peserta diberikan tes sebelum dan sesudah pelatihan.
c.       Behavior
Evaluasi ini dilakukan setelah pelatihan. Tujuannya untuk melihat bagaimana perilaku peserta setelah mengikuti pelatihan, langkah – langkah apa yang sudah dilakukan serta bagaimana sikap stake holder terhadap hasil pelatihan.diharapkan setelah mengikuti pelatihan terjadi perubahan tingkah laku peserta dalam melakukan pekerjaan. Dan juga untuk mengetahui apakah pengetahuan, keahlian dan sikap yang baru sebagai dampak dari program pelatihan, benar-benar dimanfaatkan dan diaplikasikan di dalam perilaku kerja sehari-hari dan berpengaruh secara signifikan terhadap peningkatan kinerja/kompetensi di unit kerjanya masing-masing.
d.      Result
Level ini untuk menguji dampak pelatihan terhadap kelompok kerja atau organisasi secara keseluruhan. Sasaran pelaksanaan program pelatihan adalah hasil yang nyata yang akan disumbangkan kepada perusahaan/organisasi sebagai pihak yang berkepentingan.

3.      Manajemen waktu, prestasi diri dan makna hidupmempunyai hubungan linier. Jelaskan makna pertanyaan tersebut dan berikan contoh.
Manajemen waktu adalah cara bagaimana seseoran mengatur waktunya untuk kegiatan – kegiatan yang dilakukan sehingga ia dapat melakukannya kegiatan itu dengan baik. Prestasi diri merupakan merupakan suatu penghargaan terhadap individu karena sudah melakukan sesuatu yang membanggakan. Sedangkan makna hidup merupakan kehidupan yang bermakna atau arti dari kehidupan yang dapat menyadarkan diri seseorang bahwa hal itu merupakan makna yang perlu disyukuri dalam kehidupan.
Contoh: Seorang anak laki - laki berusia 17 tahun berhasil menjadi juara Hafidz Al-Qur’an di salah satu Program Televisi. Untuk menjadi juara, anak itu harus membagi waktunya untuk menghafalkan Al-Qur’an dan kegiatanya bersekolah. Ia pun menjadi juara kelas. Manajemen waktu anak tersebut sangatlah baik sehingga ia mampu menghafal Al-Qur’an untuk berkompetisi dan mempertahankan nilai pelajarannya. Kemudian dengan ia menghafalkan Al – Qur’an (ayat dan artinya) ia juga mampu melaksanakan kehidupan dengan ilmu. Didalam kitab suci Al – Qur’an dijelaskan mengenai ilmu. Maka anak itu mampu menyesuaikannya dan diterapkan didalam kehidupannya.

4.      Manajemen lembaga POD bertumpu kepada pemimpin dan budaya organisasi. Jelaskan dua aspek tersebut mampu menunjang keberhasilan lembaga POD. Berikan contoh!
Disetiap organisasi pastilah ada seorang pemimpin yang mengatur segala hal yang ada didalam organisasi itu. Disetiap organisasi juga mempunyai budaya merupakan sebuah sistem makna bersama yang dianut oleh para anggota yang membedakan suatu organisasi dari organisasi-organisasi lainnya. Sistem makna bersama ini adalah sekumpulan karakteristik kunci yang dijunjung tinggi oleh organisasi. Kedua hal tersebut merupakan tumpuan sebuah manajemen lembaga POD.
Contoh : Didalam lembaga keuangan syariah, pemimpin perusahaan menciptakan program mengaji bersama setiap hari pada jam setengah 8 untuk yang muslim. Hal ini merupaka budaya organisasi yang membedakan lembaga ini dengan lembaga yang lain. Dengan adanya program ngaji ini, maka, seluruh peserta dapat mengetahui bagaimana menjadi pribadi yang baik dalam melayani serta berpegang kepada Al – Qur’an agar lebih baik lagi dalam memberikan penajaman tentang nilai, keyakinan, dan sikap terhadap lingkungan kerja yang syariah.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar