KATA PENGANTAR
Puji syukur kehadirat Tuhan yang Maha Esa yang telah memberikan rahmat serta
hidayah-Nya kepada penulis sehingga makalah yang berjudul “Perubahan Sosial
Dalam Masyarakat” ini dapat diselesaikan dengan baik.
Tujuan
penulisan makalah ini adalah untuk memenuhi tugas mata kuliah Tempat Ruang
& Sosial. Dalam penyelesaian karya tulis ini, penulis mendapat bantuan dari
berbagai pihak. Untuk itu, penulis ucapakan terima kasih kepada :
- Ibu Ratih, M.Pd. selaku dosen pembimbing mata kuliah Ilmu Tempat Ruang & Sosial yang telah membimbing kami dalam penulisan makalah ini.
- Bapak dan Ibu kami, selaku orang tua yang selalu memberi dorongan untuk kami.
- Teman-teman yang telah membantu penyelesaian karya tulis ini, dan kepada semua pihak yang telah terlibat.
Semoga karya
tulis ini dapat bermanfaat bagi semua pembaca dan memberikan penjelasan
perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan masyarakat. Penulis menyadari
bahwa makalah ini belumlah sempurna. Untuk itu, saran dan kritik dari pembaca
sangat penulis harapkan. Atas saran dan kritiknya, penulis ucapkan terima
kasih.
Jakarta, 14 Desember 2015
Kelompok 4
BAB I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan, setiap masyarakat pasti mengalami
perubahan-perubahan. Tidak ada sekelompok masyarakat pun yang tidak berubah.
Perubahan tersebut dapat terjadi dalam berbagai bidang kehidupan, misalnya
dalam bidang politik, ekonomi, sosial, maupun perubahan yang berkaitan dengan
kebudayaan. Perubahan yang terjadi dalam bidang sosial pada suatu masyarakat
sering dikenal dengan istilah perubahan sosial.
Perubahan sosial yang terjadi dalam kehidupan
masyarakat ini dipengaruhi oleh banyak faktor dan juga perubahannya dapat
menuju ke arah yang positif maupun menuju arah yang negatif. Dalam hal ini,
berarti perubahan dapat membuat lebih baik, namun juga sebaliknya. Tentunya
perubahan sosial yang terjadi dipengaruhi oleh berbagai faktor dan mempunyai berbagai
dampak bagi kehidupan masyarakat. Dan para ahli mempunyai pendapat yang berbeda
tentang perubahan sosial tersebut. Oleh karena itu, melalui makalah ini, kami
ingin mengetahui bagamaina pendapat para ahli mengenai perubahan sosial dan
contoh perubahan yang terjadi dalam lingkungan masyarakat.
- RUMUSAN MASALAH
Dari latar
belakang di atas dapat diperoleh rumusan masalah sebagai berikut:
- Apakah definisi dari perubahan sosial dalam masyarakat ?
- Bagaimana pendapat para ahli tentang perubahan sosial?
- Apa sajakah tipe-tipe dari perubahan sosial?
- Apa sajakah perubahan sosial yang terjadi di lingkungan?
- TUJUAN
Tujuan yang
ingin kami peroleh dari pembuatan makalah ini adalah :
- Untuk mengetahui definisi dari perubahan sosial dalam masyarakat.
- Untuk mengetahui pendapat para ahli tentang perubahan sosial.
- Untuk mengetahui tipe-tipe perubahan sosial.
- Untuk mengetahui perubahan sosial yang terjadi di lingkungan.
- MANFAAT
Manfaat yang
kami peroleh dari pembuatan makalah ini adalah :
- Dapat mengetahui definisi dari perubahan sosial dalam masyarakat.
- Dapat mengetahui pendapat para ahli tentang perubahan sosial.
- Dapat mengetahui tipe-tipe perubahan sosial.
- Dapat mengetahui perubahan sosial yang terjadi di lingkungan.
BAB II
PEMBAHASAN
- A. DEFINISI PERUBAHAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu
perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang
bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat dilihat
dari segi terganggunya kesinambungan di antara kesatuan sosial walaupun
keadaannya relatif kecil. Perubahan ini meliputi struktur, fungsi, nilai,
norma, pranata, dan semua aspek yang dihasilkan dari interaksi antarmanusia,
organisasi atau komunitas, termasuk perubahan dalam hal budaya.
Perubahan
sosial terbagi atas dua wujud sebagai berikut :
1) Perubahan
dalam arti kemajuan (progress) atau menguntungkan.
2) Perubahan
dalam arti kemunduran (regress) yaitu yang membawa pengaruh kurang
menguntungkan bagi masyarakat.
Jika
perubahan sosial dapat bergerak ke arah suatu kemajuan, masyarakat akan
berkembang. Sebaliknya, perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan
masyarakat mengalami kemunduran.
Adanya pengenalan teknologi, cara mencari nafkah,
migrasi, pengenalan ide baru, dan munculnya nilai -nilai sosial baru untuk
melengkapi ataupun menggantikan nilai – nilai sosial yang lama merupakan
beberapa contoh perubahan sosial dalam aspek kehidupan. Dengan kata lain,
perubahan sosial merupakan suatu perubahan menuju keadaan baru yang berbeda
dari keadaan sebelumnya.
Ada dua faktor yang dapat menyebabkan terjadi
perubahan sosial, yaitu faktor yang berasal dari dalam masyarakat dan juga
faktor yang berasal dari luar masyarakat. Faktor yang bersumber dari masyarakat
itu sendiri meliputi : bertambah atau berkurangnya penduduk, penemuan-penemuan
baru, pertentangan-pertentangan dalam masyarakat, dan terjadinya pemberontakan
atau resolusi di dalam tubuh masyarakat itu sendiri. Sedangkan, faktor yang
berasal dari luar masyarakat meliputi : sebab-sebab yang berasal dari lingkungan
fisik yang ada di sekitar manusia, peperangan dengan negara lain, dan pengaruh
kebudayaan lain.
Selain adanya faktor yang menyebabkan terjadinya
perubahan sosial, adapula faktor yang mendorong dan juga menghambat perubahan
sosial. Faktor yang mendorong terjadinya perubahan yaitu : kontak dengan
kebudayaan lain, sistem pendidikan yang lebih maju, sikap menghargai hasil
karya seseorang dan keinginan-keinginan untuk maju, toleransi, sistem lapisan
masyarakat yang terbuka, penduduk yang heterogen, ketidakpuasan masyarakat
terhadap bidang-bidang kehidupan tertentu, orientasi ke muka, dan juga nilai
meningkatkan taraf hidup.
Faktor yang
menghambat terjadinya perubahan soaial adalah : kurangnya hubungan dengan
masyarakat lain, perkembangan ilmu pengetahuan yang terlambat, sikap masyarakat
yang tradisionalistis, adanya kepentingan-kepentingan yang telah tertanam
dengan kuat, rasa takut akan terjadinya kegoyahan kebudayaan, prasangka
terhadap hal-hal yang baru, hambatan ideologis, kebiasaan dan nilai pasrah.
- B. PENDAPAT PARA AHLI TENTANG PERUBAHAN SOSIAL
Para
sosiolog dan antropolog mempunyai pendapat yang berbeda mengenai perubahan
sosial. Berikut ini adalah para ahli beserta pendapat mereka mengenai
perubahan sosial :
1. William F. Ogburn (1964),
mengemukakan bahwa ruang lingkup perubahan sosial meliputi unsur-unsur
kebudayaan material dan immaterial, yang ditekankan pada pengaruh besar
unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.
2. Kingsley Davis (1960),
mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam
struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh
dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan
antara buruh dan majikan yang selanjutnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam
organisasi ekonomi dan politik.
3. Mac Iver (1937: 272),
mengartikan bahwa perubahan sosialsebagai perubahan dalam hubungan sosial
(perubahan yangdikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki) atausebagai
perubahan terhadap keseimbangan (equilibrium)hubungan sosial.
4. Gillin dan Gillin (1957: 279),
mengartikan perubahan sosialadalah suatu variasi dari cara hidup yang telah
diterima, baikkarena perubahan-perubahan kondisi geografis, kebudayaanmaterial,
komposisi penduduk, dan ideologi maupun karenaadanya difusi ataupun
penemuan-penemuan baru dalammasyarakat
5. Selo Soemardjan (1962: 379),
merumuskan perubahan sosial sebagai segala perubahan pada lembaga-lembaga
kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang memengaruhi sistem sosialnya,
termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola perilaku di antara
kelompok-kelompok dalam masyarakat.
6. Samuel Koenig (1957: 279),
mengatakan bahwa perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang
terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia. Modifikasi-modifikasi dapat
disebabkan oleh faktor intern dan ekstern.
7. Sugihen (1982), mengkaitkan perubahan sosial
dengan beberapa kata lain yang merujuk pada proses sosial yang sama, seperti :
industrialisasi, modernisasi, dan pembangunan.
8. Merton (1957;1964), mengatakan bahwa
perubahan sosial merupakan fungsi manifestasi dari suatu rekayasa sosial lewat
upaya pembangunan yang dilambangkan atau diwujudkan dalam kegiatan
industralisasi menuju suatu masyarakat modern.
9. Rogers, et. al. (1988), memahami
bahwa perubahan sosial adalah suatu proses yang melahirkan perubahan-perubahan
di dalam struktur dan fungsi dari suatu sistem kemasyarakatan. Ada 3 tahapan
utama dalam proses perubahan sosial yang terjadi. Pertama, berawal dari
diciptakannya atau lahirnya sesuatu yang berkembang menjadi suatu gagasan. Bila
gagasan tersebut sudah menggelinding seperti roda yang berputar pada sumbunya,
dan sudah tersebar di kalangan masyarakat maka perubahan tersebut sudah
memasuki tahap kedua. Tahapan yang ketiga yaitu disebut dengan hasil, yaitu
perubahan-perubahan yang terjadi dalam suatu sistem sosial yang bersangkutan
sebagai akibat dari diterimanya, atau ditolaknya suatu inovasi.
10. Larson dan Rogers (1964), mengemukakan pengertian
tentang perubahan sosial yang dikaitan dengan adopsi teknologi yaitu perubahan
sosial merupakan suatu proses yang berkesinambungan dalam suatu bentangan waktu
tertentu. Pemakaian teknologitertentu oleh suatu warga masyarakat akan membawa
suatu perubahan sosial yang dapat diobservasi lewat perilaku anggota masyarakat
yang bersangkutan.
11. Ferdinand Toennies (1855-1936), menggambarkan proses
perubahan sosial sebagai perkembangan dari Gemeinschaft menjadi Gesellschaft.
Gemeinschaft (paguyuban) adalah kelompok orang yang relasi-relasi
interaksionalnya bersifat langsung, dalam, dan terarah kepada diri orang lain
dalam keseluruhannya. Sedangkan Gesellschaft (patembayan) adalah
kelompok-kelompok di mana interaksional bersifat tidak langsung, dangkal, hanya
menyentuh kulit atau permukaan hidup saja, dan terarah pada sebagaian saja dari
orang lain, yaitu kedudukan, wewenang, atau kemampuannya.
12. Atkinson (1987) dan Brooten (1978), menyatakan definisi
perubahan merupakan kegiatan atau proses yang membuat sesuatu atau seseorang
berbeda dengan keadaan sebelumnya dan merupakan proses yang menyebabkan
perubahan pola perilaku individu atau institusi. Ada empat tingkat perubahan
yang perlu diketahui yaitu pengetahuan, sikap, perilaku, individual, dan
perilaku kelompok. Setelah suatu masalah dianalisa, tentang kekuatannya, maka
pemahaman tentang tingkat-tingkat perubahan dan siklus perubahan akan dapat
berguna.
13. Etzioni (1973) mengungkapkan bahwa, perkembangan masyarakat
seringkali dianalogikan seperti halnya proses evolusi, suatu proses perubahan
yang berlangsung sangat lambat. Pemikiran ini sangat dipengaruhi oleh
hasil-hasil penemuan ilmu biologi, yang memang telah berkembang dengan
pesatnya.
14. Spencer mengungkapkan bahwa suatu organisme akan bertambah
sempurna apabila bertambah kompleks dan terjadi diferensiasi antar
organ-organnya. Kesempurnaan organisme dicirikan oleh kompleksitas,
differensiasi dan integrasi. Perkembangan masyarakat pada dasarnya berarti
pertambahan diferensiasi dan integrasi, pembagian kerja dan perubahan dari
keadaan homogen menjadi heterogen. Spencer berusaha meyakinkan bahwa masyarakat
tanpa diferensiasi pada tahap pra industri secara intern justru tidak stabil
yang disebabkan oleh pertentangan di antara mereka sendiri. Pada masyarakat
industri yang telah terdiferensiasi dengan mantap akan terjadi suatu stabilitas
menuju kehidupan yang damai. Masyarakat industri ditandai dengan meningkatnya
perlindungan atas hak individu, berkurangnya kekuasaan pemerintah, berakhirnya
peperangan antar negara, terhapusnya batas-batas negara dan terwujudnya
masyarakat global.
15. Comte mempunyai pemikiran yang sangat dipengaruhi oleh
pemikiran ilmu alam. Pemikiran Comte yang dikenal dengan aliran positivisme,
memandang bahwa masyarakat harus menjalani berbagai tahap evolusi yang pada
masing-masing tahap tersebut dihubungkan dengan pola pemikiran tertentu.
Selanjutnya Comte menjelaskan bahwa setiap kemunculan tahap baru akan diawali
dengan pertentangan antara pemikiran tradisional dan pemikiran yang berdifat
progresif. Sebagaimana Spencer yang menggunakan analogi perkembangan mahkluk
hidup, Comte menyatakan bahwa dengan adanya pembagian kerja, masyarakat akan
menjadi semakin kompleks, terdeferiansi dan terspesialisasi.
Comte membagi perubahan sosial dalam dua konsep yaitu social
statics (bangunan struktural) dan social dynamics (dinamika
struktural). Bangunan struktural merupakan struktur yang berlaku pada suatu
masa tertentu. Bahasan utamanya mengenai struktur sosial yang ada di masyarakat
yang melandasi dan menunjang kestabilan masyarakat. Sedangkan dinamika
struktural merupakan hal-hal yang berubah dari satu waktu ke waktu yang lain.
Perubahan pada bangunan struktural maupun dinamika struktural merupakan bagian
yang saling terkait dan tidak dapat dipisahkan.
16. Kornblum (1988), berusaha memberikan suatu
pengertian tentang perubahan sosial. Ruang lingkup perubahan sosial meliputi
unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun immaterial. Penekannya adalah
pada pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur
immaterial. Perubahan sosial diartikan sebagai perubahan-perubahan yang terjadi
dalam struktur dan fungsi masyarakat.
17. Soekanto, (1990) mendefinisikan perubahan
sosial adalah segala perubahan yang terjadi dalam lembaga kemasyarakatan dalam
suatu masyarakat, yang mempengaruhi sistem sosialnya. Tekanan pada definisi
tersebut adalah pada lembaga masyarakat sebagai himpunan kelompok manusia
dimana perubahan mempengaruhi struktur masyarakat lainnya. Perubahan sosial
terjadi karena adanya perubahan dalam unsur-unsur yang mempertahankan
keseimbangan masyarakat seperti misalnya perubahan dalam unsur geografis,
biologis, ekonomis dan kebudayaan.
18. Moore (2000), perubahan sosial merupakan
bagian dari perubahan budaya. Perubahan dalam kebudayaan mencakup semua bagian,
yang meliputi kesenian, ilmu pengetahuan, teknologi, filsafat dan lainnya. Akan
tetapi perubahan tersebut tidak mempengaruhi organisasi sosial masyarakatnya.
Ruang lingkup perubahan kebudayaan lebih luas dibandingkan perubahan sosial.
- C. TIPE – TIPE PERUBAHAN SOSIAL
Perubahan
sosial dapat terjadi dalam segala bidang yang wujudnya dapat dibagi menjadi
beberapa bentuk. Beberapa bentuk perubahan sosial menurut Soekanto,
yaitu sebagai berikut :
- 1. Perubahan Lambat dan Perubahan Cepat.
Perubahan
terjadi secara lambat akan mengalami rentetan
perubahan
yang saling berhubungan dalam jangka waktu yang
cukup lama.
Perkembangan perubahan ini termasuk dalam evolusi. Perubahan secara evolusi
dapat diamati berdasarkan batas waktu yang telah lampau sebagai patokan atau
tahap awal sampai masa sekarang yang sedang berjalan. Adapun penentuan kapan
perubahan tersebut terjadi, bergantung pada orang yang bersangkutan.
Perubahan sosial yang terjadi secara cepat mengubah
dasar atau sendi-sendi pokok kehidupan masyarakat, perubahan itu dinamakan
revolusi. Contohnya, Revolusi Industri di Eropa. Revolusi tersebut menyebabkan
perubahan besar-besaran dalam proses produksi barang-barang industri. Contoh
lain Proklamasi Kemerdekaan Indonesia yang mengubah tatanan kenegaraan dan
sistem pemerintahan NKRI.
- 2. Perubahan yang Pengaruhnya Kecil dan Perubahan yang
Pengaruhnya Besar
Perubahan yang pengaruhnya kecil adalah perubahan yang
memengaruhi unsur-unsur kehidupan masyarakat. Akan
tetapi,
perubahan ini dianggap tidak memiliki arti yang
penting dalam
struktur sosial. Contohnya, perubahan mode pakaian
yang tidak
melanggar nilai sosial. Perubahan yang pengaruhnya
besar adalah perubahan yang dapat memengaruhi lembaga-lembaga yang ada pada
masyarakat. Misalnya, perubahan sistem pemerintahan yang memengaruhi tatanan
kenegaraan suatu bangsa.
- 3. Perubahan yang Dikehendaki dan Perubahan yang Tidak Dikehendaki
Perubahan yang dikehendaki (intended-change)
atau disebut juga perubahan yang direncanakan (planned-change) merupakan
perubahan yang memang telah direncanakan sebelumnya terutama oleh pihak yang
memiliki wewenang untuk mengeluarkan kebijaksanaan. Misalnya, penerapan program
Keluarga Berencana(KB) untuk membentuk keluarga kecil yang sejahtera dan
menurunkan angka pertumbuhan penduduk.
Perubahan yang tidak dikehendaki (unintended-change)atau
disebut juga perubahan yang tidak direncanakan (unplanned-change)
umumnya beriringan dengan perubahan yang dikehendaki. Misalnya adanya pembuatan
jalan baru yang melalui suatu desa maka sumber alam desa akan mudah dipasarkan
ke kota. Dengan demikian, tingkat kesejahteraan penduduk desa akan meningkat.
Meskipun begitu lancarnya hubungan desa dengan kota menyebabkan mudahnya
penduduk desa melakukan urbanisasi dan masuknya budaya kota terutama yang
bersifat negatif, seperti mode yang dipaksakan, minuman keras, VCD porno, dan
keinginan penduduk desa untuk memiliki barang-barang mewah.
- D. PERUBAHAN SOSIAL YANG TERJADI DI LINGKUNGAN MASYARAKAT
Sekarang ini banyak sekali perilaku yang menunjukkan
perubahan sosial yang terjadi dalam lingkungan masyarakat. Di lingkungan tempat
tinggal saya pun terjadi berbagai macam perubahan sosial, seperti :
- 1. Perubahan Jumlah Penduduk
Dahulu, sepasang suami istri memiliki anak yang lebih
dari dua, misalnya lima, atau enam bahkan lebih. Dengan adanya program Kelurga
Berencana (KB), saat ini sepasang suami istri hanya mempunyai 2 orang anak.
Selain dipengaruhi oleh kelahiran perubahan jumlah penduduk di lingkungan saya
juga disebabkan oleh adanya kematian dan juga perpindahan penduduk.
Banyak masyarakat yang berpindah ke kota untuk mencari pekerjaan tetapi juga
sebaliknya banyak penduduk yang dari kota berpindah ke desa.
- 2. Perubahan Kualitas Penduduk
Masyarakat di taun-taun yang lampau hanya menempuh
pendidikan sampai Sekolah Dasar atau Sekolah Menengah saja, namun sekarang
masyarakat telah banyak yang menempuh pendidikan hingga Perguruan Tinggi.
Dengan demikian pengetahuan yang dimiliki semakin bertambah, hal ini sebagai
akaibat positif dengan terjadinya perubahan.
Akan tetapi, selain memberikan dampak positif
bagi kualitas penduduk, perubahan sosial juga menimbulkan dampak negatif
yang berupa penurunan moral yang dimiliki oleh masyarakat. Penurunan moral ini
sering terjadi pada anak muda, hal ini dapat dilihat pada perilaku yang
kurang sopan dalam masyarakat. Misalnya ketika jalan/lewat di depan warga
masyarakat tanpa memberi salam, berbicara yang kurang sopan kepada orang lain.
Selain itu, banyak juga masyarakat yang tidak mentaati peraturan yang berlaku
dalam lingkungan masyarakat. Misalnya tentang peraturan lalu lintas.
- 3. Perubahan Sistem Pemerintahan
Perubahan sisitem pemerintahan yang terjadi dalam
negara, juga mempunyai pengaruh bagi pemerintahan suatu dusun. Misalnya dalam
suatu pengambilan keputusan dalam suatu musyawarah. Di lingkungan tempat
tinggal saya pengambilan keputusan dilakukan melalui demokrasi yaitu melalui
musyawarah mufakat.
- 4. Perubahan Mata Pencaharian
Dahulu, Mata pencaharian penduduk di lingkungan saya
sebagaian besar adalah sebagai petani, namun dengan berjalannya waktu dan
berkembangnya pengetahuan yang mereka miliki, saat ini banyak yang menjadi
pegawai negeri, karyawan suatu perusahaan, dan juga ada yang pergi merantau
bekerja ditampat lain.
- 5. Perubahan Gaya Hidup
Seiring dengan perkembangan jaman, gaya hidup
masyarakat pun berubah. Saat ini gaya hidup konsumtif sudah menjangkit sampai
di lingkungan pedesaan. Warga masyarakat memiliki keinginan untuk berbelanja
yang tinggi. Contoh perilaku konsumtif masyarakat dapat dilihat misalnya pada
gaya berpakaian. Setiap hari selalu ada model pakain baru yang ditawarkan baik
di toko maupun di pasar. Warga masyarakat yang merasa mampu tentunya tidak
ingin ketinggalan. Selain itu, dengan adanya perubahan sosial, masyarakat mempunyai
pandangan bahwa produk dari luar negeri lebih baik dari pada produk dari dalam
negeri.
- 6. Perubahan karena Adanya Teknologi
Dahulu, para petani di lingkungan tempat tinggal saya
masih menggunakan bantuan tenaga hewan dalam mengerjakan/membajak sawahnya dan
juga dibantu oleh tetangga dalam menanam padi atau tanaman lainnya. Namun saat
ini, dengan berkembangnya teknologi, para petani telah menggunakan traktor
dalam membajak sawah dan juga sudah menggunakan mesin perontok padi untuk
mengolah hasil panenannya.
Selain teknologi dalam bidang pertanian, teknologi
yang berkaitan dengan komunikasi pun berkembang pesat. Dahulu, apabila ingin
berkomunikasi jarak jauh memerlukan waktu yang lama. Akan tetapi, alat
komunikasi saat ini sudah canggih. Misalnya melalui telepon seluler yang saat
ini satu orang tidak hanya memiliki satu alat komunikasi tersebut. Bahkan,
sekarang anak usia remaja bahkan yang masih anak-anak sekalipun telah mengenal
apa itu facebook, email, twitter, dan lain sebagainya
.
7. Perubahan Budaya
Perubahan budaya yang terjadi dalam lingkungan
masyarakat dapat dilihat pada perilaku anak muda saat ini. Banyak yang
meniru trend-trend atau budaya masyarakat barat, misalnya cara
berpakaian. Sekarang ini, jarang sekali anak muda yang mau mengenakan pakaian
adat Jawa (Jogja), begitupun dalam acara pernikahan. Mereka bilang terlalu
ribet.
Selain itu, contoh-contoh hasil kebudayaan seperti,
angklung, gamelan, kesenian ketoprak, lagu-lagu tradisional tidak lagi diminati
oleh masyarakat. Bahkan ada warga yang tidak mengetahui kebudayaan daerah
tempat tinggalnya sendiri. Sekarang ini, keberadaan kesenian-kesenian tersebut
telah tergantikan oleh adanya lagu-lagu pop, rock, dan lain sebagainya.
BAB III
PENUTUP
- KESIMPULAN
Perubahan sosial dapat dikatakan sebagai suatu
perubahan dari gejala-gejala sosial yang ada pada masyarakat, dari yang
bersifat individual sampai yang lebih kompleks. Perubahan sosial dapat bergerak
ke arah suatu kemajuan, dalam hal ini masyarakat akan berkembang. Sebaliknya,
perubahan sosial juga dapat menyebabkan kehidupan masyarakat mengalami
kemunduran.
Banyak ahli yang mengungkapkan pendapatnya mengenai
perubahan sosial. Diantaranya William F. Ogburn, Selo Soemardjan, Ferdinand
Toennies, Gillin dan Gillin, dan masih banyak ahli lainnya. Salah satu
pandangan yang paling dikenal oleh masyarakat yaitu pendapat Selo
Soemardjan (1962: 379) yang merumuskan perubahan sosial sebagai segala
perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat, yang
memengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap, dan pola
perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.
Ada tiga (3) bentuk atau tipe perubahan sosial.
Tipe-tipe tersebut adalah : perubahan lambat dan perubahan cepat,
perubahan yang dikehendaki dan perubahan yang tidak dikehendaki, dan perubahan
yang pengaruhnya kecil dan perubahan yang pengaruhnya besar.
Perubahan sosial yang terjadi di lingkungan saya
adalah sebagai berikut : perubahan jumlah penduduk, perubahan gaya hidup, perubahan
mata pencaharian, perubahan kualitas penduduk, perubahan peraturan, perubahan
karena adanya teknologi, dan perubahan budaya.
- SARAN
Karena masyarakat merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi terjadinya perubahan sosial, maka :
- 1. Sebaiknya masyarakat mendukung perubahan ke arah kemajuan dan juga ikut berperan aktif untuk mewujudkan masyarakat yang berkembang untuk lebih maju.
- 2. Walaupun sudah terjadi perubahan (perkembangan jaman), sebaiknya warga masyarakat tidak melupakan kebudayaan peninggalan nenek moyang dan sebaiknya melestarikan kebudayaan tersebut.
DAFTAR PUSTAKA
Soekanto, Soerjono. 1990. Sosiologi Suatu
Pengantar. Jakarta : Rajawali Pers.
Sugihen, Bahrein T. 1994. Sosiologi Pedesaan.
Jakarta : Rajawali Pers.
Waluya, Bagja. Sosiologi 3. 2009. Menyelami
Fenomena Sosial di Masyarakat Untuk Kelas XII. Jakarta : Pusat Perbukuan
Depdiknas.
Veeger, Karel J, dkk. 1997. Pengantar
Sosiologi. Jakarta : Victory Jaya Abadi.
Giddens, Anthony, dkk. 2009. Sosiologi Sejarah dan
Berbagai Pemikirannya. Yogyakarta : Kreasi Wacan
Tidak ada komentar:
Posting Komentar