Hadiah Natal Tina
Tidak lama lagi hari natal akan
tiba. Tina duduk di depan jendela dan menunggu. Ia menunggu turunnya salju. Ia
menunggu kedatangan Santa Klaus yang setiap malam natal memberinya hadiah natal
di dalam sepatu. Dan ia menunggu datangnya natal.
Pada suatu saat Tina teringat, ia
belum menyiapkan hadiah-hadiah natal. Lalu Ia berlari ke kamarnya, mengambil
kertas dan pensil berwarna dari lemari tempat ia menyimpan mainan-mainannya,
kemudian ia pun berpikir. Tina belum bersekolah dan ia hanya bisa menulis
beberapa huruf saja. Namun ia sangat pandai menggambar, karena itu ia ingin
menggambar untuk setiap orang yang ia ingin hadiahkan. Tetapi bukan hanya
gambar biasa... Melainkan ia ingin menggambar apa yang ia inginkan untuk orang
yang dikasihinya.
Dan dengan harapan tersebut
mulailah Tina menggambar: Untuk ibunya, Tina menggambar sebuah mesin yang
mempunyai roda-roda yang besar dan kecil, mesin itu juga mempunyai banyak alat
pemutar dan alat tombol. Satu mesin yang besar dan rumit. Mesin tersebut
seharusnya adalah mesin yang mengerjakan segala pekerjaan untuk ibunya: seperti
mencuci piring, membersihkan rumah, mengupas kentang, menggulung kaos kaki
sesuai dengan pasangannya dan menjahit baju. Supaya orang tahu bahwa mesin itu
serbaguna, disampingnya Tina menggambar sepotong baju, sebaskom kentang,
setumpuk pakaian kotor, dan piring-piring kotor – di depan mesin tersebut
duduklah ibunya di atas kursi besar yang empuk sedang tertawa bahagia. Di atas
gambar itu tidak lupa juga Tina menulis dengan huruf yang sangat besar: MAMA –
salah satu kata yang dapat ia tulis, walaupun ia belum bersekolah.
Sekarang hadiah untuk sang ayah.
Kali ini Tina menggambar seorang ayah yang tidur di atas sebuah sofa. Kemudian
Tina mengambil pensil berwarna merah dan mencoret gambar tadi. Ini berarti
ayahnya tidak boleh terlalu banyak tidur. Selanjutnya Tina menggambar seorang
ayah yang duduk di depan meja dan kembali lagi ia mencoret gambar tadi dengan
pensil berwarna merah. Ini berarti ayahnya juga tidak boleh terlalu banyak
bekerja. Akhirnya ia menggambar seorang ayah yang menggandeng tangan seorang
anak perempuan, dan mereka sedang berjalan-jalan di hutan. Gambar tadi
menunjukkan, Tina menginginkan ayahnya meluangkan waktu bersama-sama dengan dia
dan sang ayah juga berjalan-jalan bersamanya. Di atas gambar itu juga ia
menuliskan satu kata dengan huruf besar: PAPA.
Kemudian Tina menggambar satu
gambar lagi untuk neneknya: Ia menggambar dua kaki yang kelihatan tua dan
lelah, lalu ia mencoret gambar barusan. Kemudian Tina menggambar lagi dua kaki
yang kelihatan muda dan sehat disebelahnya. Selanjutnya Tina menggambar seorang
nenek yang duduk di atas kursi roda. Kemudian ia juga menggambar seorang nenek
yang sedang berjalan dengan sepatu roda. Arti dari gambar-gambar tadi adalah
Tina menginginkan neneknya dapat mengganti kakinya yang sudah tua dengan
kaki-kaki yang baru, supaya sang nenek dapat berjalan dengan baik tanpa
merasakan kesakitan lagi, dan sepatu roda tadi menggambarkan kesenangan naik
sepatu roda dan supaya sang nenek dapat berjalan dengan cepat, tidak lambat
lagi. Di atas gambar-gambar tadi Tina menulis dengan huruf yang besar: OMA.
Selesai! Tina sangat gembira. Ia
menggulung gambar-gambar tadi dan tidak lupa mengikat gulungan tersebut dengan
pita merah pada hadiah untuk ibunya, pita biru pada hadiah untuk sang ayah,dan
pita kuning untuk hadiah sang nenek. Kemudian ia menyembunyikan hadiah-hadiah
tersebut ke dalam kaos kaki natal yang digantung. Sekarang aku sudah siap
menyambut natal! Itulah nyanyian Tina sambil mengayunkan kakinya ke kanan dan
ke kiri dengan gembira.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar