Selasa, 27 September 2016

Hadiah Natal Tina



Hadiah Natal Tina

Tidak lama lagi hari natal akan tiba. Tina duduk di depan jendela dan menunggu. Ia menunggu turunnya salju. Ia menunggu kedatangan Santa Klaus yang setiap malam natal memberinya hadiah natal di dalam sepatu. Dan ia menunggu datangnya natal.

Pada suatu saat Tina teringat, ia belum menyiapkan hadiah-hadiah natal. Lalu Ia berlari ke kamarnya, mengambil kertas dan pensil berwarna dari lemari tempat ia menyimpan mainan-mainannya, kemudian ia pun berpikir. Tina belum bersekolah dan ia hanya bisa menulis beberapa huruf saja. Namun ia sangat pandai menggambar, karena itu ia ingin menggambar untuk setiap orang yang ia ingin hadiahkan. Tetapi bukan hanya gambar biasa... Melainkan ia ingin menggambar apa yang ia inginkan untuk orang yang dikasihinya.

Dan dengan harapan tersebut mulailah Tina menggambar: Untuk ibunya, Tina menggambar sebuah mesin yang mempunyai roda-roda yang besar dan kecil, mesin itu juga mempunyai banyak alat pemutar dan alat tombol. Satu mesin yang besar dan rumit. Mesin tersebut seharusnya adalah mesin yang mengerjakan segala pekerjaan untuk ibunya: seperti mencuci piring, membersihkan rumah, mengupas kentang, menggulung kaos kaki sesuai dengan pasangannya dan menjahit baju. Supaya orang tahu bahwa mesin itu serbaguna, disampingnya Tina menggambar sepotong baju, sebaskom kentang, setumpuk pakaian kotor, dan piring-piring kotor – di depan mesin tersebut duduklah ibunya di atas kursi besar yang empuk sedang tertawa bahagia. Di atas gambar itu tidak lupa juga Tina menulis dengan huruf yang sangat besar: MAMA – salah satu kata yang dapat ia tulis, walaupun ia belum bersekolah.

Sekarang hadiah untuk sang ayah. Kali ini Tina menggambar seorang ayah yang tidur di atas sebuah sofa. Kemudian Tina mengambil pensil berwarna merah dan mencoret gambar tadi. Ini berarti ayahnya tidak boleh terlalu banyak tidur. Selanjutnya Tina menggambar seorang ayah yang duduk di depan meja dan kembali lagi ia mencoret gambar tadi dengan pensil berwarna merah. Ini berarti ayahnya juga tidak boleh terlalu banyak bekerja. Akhirnya ia menggambar seorang ayah yang menggandeng tangan seorang anak perempuan, dan mereka sedang berjalan-jalan di hutan. Gambar tadi menunjukkan, Tina menginginkan ayahnya meluangkan waktu bersama-sama dengan dia dan sang ayah juga berjalan-jalan bersamanya. Di atas gambar itu juga ia menuliskan satu kata dengan huruf besar: PAPA.

Kemudian Tina menggambar satu gambar lagi untuk neneknya: Ia menggambar dua kaki yang kelihatan tua dan lelah, lalu ia mencoret gambar barusan. Kemudian Tina menggambar lagi dua kaki yang kelihatan muda dan sehat disebelahnya. Selanjutnya Tina menggambar seorang nenek yang duduk di atas kursi roda. Kemudian ia juga menggambar seorang nenek yang sedang berjalan dengan sepatu roda. Arti dari gambar-gambar tadi adalah Tina menginginkan neneknya dapat mengganti kakinya yang sudah tua dengan kaki-kaki yang baru, supaya sang nenek dapat berjalan dengan baik tanpa merasakan kesakitan lagi, dan sepatu roda tadi menggambarkan kesenangan naik sepatu roda dan supaya sang nenek dapat berjalan dengan cepat, tidak lambat lagi. Di atas gambar-gambar tadi Tina menulis dengan huruf yang besar: OMA.

Selesai! Tina sangat gembira. Ia menggulung gambar-gambar tadi dan tidak lupa mengikat gulungan tersebut dengan pita merah pada hadiah untuk ibunya, pita biru pada hadiah untuk sang ayah,dan pita kuning untuk hadiah sang nenek. Kemudian ia menyembunyikan hadiah-hadiah tersebut ke dalam kaos kaki natal yang digantung. Sekarang aku sudah siap menyambut natal! Itulah nyanyian Tina sambil mengayunkan kakinya ke kanan dan ke kiri dengan gembira.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar