Selasa, 27 September 2016

Si Kecil yang ingin menjala bulan



Si Kecil yang ingin menjala bulan

Pada suatu malam yang gelap gulita seorang anak laki-laki kecil berjalan melalui hutan. Saat ia tiba di tepi sebuah danau, ia melihat bulan yang bercahaya di dalam air. Hal ini sangat memikat hatinya, karena bulan itu bercahaya bagai sebuah bola besar yang berwarna emas.

Anak kecil itu kemudian berpikir, “Ah, ingin ku tangkap bulan itu dan menggantungnya di atas tempat tidurku. Dengan cahayanya aku dapat bermain di kamarku sendiri, sementara anak-anak yang lain harus tidur.” Seketika itu juga ia kembali ke rumahnya untuk mengambil jala ikan dan lari secepat ia dapat untuk kembali ke danau.

Ketika ia sampai di tepi danau, ia melihat bulan itu masih tetap berenang di dalam air dan ikan-ikan kecil berwana keperakan berenang mengelilingi bulan tersebut. Si kecil pun segera duduk di sebuah perahu yang tertambat di pinggir danau, kemudian ia membawa perahu itu di tengah alunan ombak sampai ke tempat yang ia yakin bahwa ia berada dekat dengan di mana bulan itu berenang. Kemudian ia memasukkan jala ikannya ke dalam air sedalam-dalamnya untuk menangkap bulan tersebut. Tetapi ketika ia dengan penuh harapan menarik kembali jalanya, ternyata jalanya tetap kosong, bahkan tak ada seekor ikan kecil pun di dalamnya. Si kecil tetap mencoba dan mencoba lagi, akan tetapi sang bulan tidak membiarkan dirinya ditangkap. Ada saatnya si kecil hampir dapat menangkap sang bulan, tetapi bulan itu sepertinya seakan-akan menertawakannya, sehingga hal itu membuat air danau beriak-riak dan bergelombang. Si kecil pun menjadi marah dan kecewa, ia pun memutuskan untuk kembali ke tepi danau.

Pada saat ia menginjakkan kakinya turun dari atas perahu, tiba-tiba terbang seekor burung hantu ke luar dari semak-semak dan berteriak “uhuu-uhuu”. Bersamaan dengan itu berterbangan pula burung-burung hantu kecil sambil berseru-seru membuat si kecil terkejut. Ia pun berlari ke dalam hutan dan tiba-tiba sadar bulan pun tidak terlihat lagi, pohon-pohon juga terlihat semakin tinggi dan menakutkan, sampai jalanan pun hampir tidak terlihat.

Si kecil pun berlari dan berlari sampai akhirnya ke luar dari hutan itu. Tiba-tiba bulan kembali terlihat di langit membuat jalanan terang dan bercahaya kembali. Burung-burung hantu tadi pun sekarang terdengar hanya di kejauhan.

Si kecil pun lega karena ia tadi tidak bisa menjala sang bulan. Pada malam harinya, saat ia mencoba untuk tidur, ia seakan-akan mendengar sang bulan masuk melalui jendela kamarnya dan berbisik di telinganya: “Tidurlah sekarang anak manis, karena cahayaku tidak hanya untukmu, masih ada ribuan anak-anak lain malam ini yang meminta perlindunganku.”

Setelah itu diciumnya kening si kecil dan ia pun melanjutkan perjalanannya ke langit.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar