Si Kecil yang ingin menjala bulan
Pada suatu malam yang gelap
gulita seorang anak laki-laki kecil berjalan melalui hutan. Saat ia tiba di
tepi sebuah danau, ia melihat bulan yang bercahaya di dalam air. Hal ini sangat
memikat hatinya, karena bulan itu bercahaya bagai sebuah bola besar yang berwarna
emas.
Anak kecil itu kemudian berpikir,
“Ah, ingin ku tangkap bulan itu dan menggantungnya di atas tempat tidurku.
Dengan cahayanya aku dapat bermain di kamarku sendiri, sementara anak-anak yang
lain harus tidur.” Seketika itu juga ia kembali ke rumahnya untuk mengambil
jala ikan dan lari secepat ia dapat untuk kembali ke danau.
Ketika ia sampai di tepi danau,
ia melihat bulan itu masih tetap berenang di dalam air dan ikan-ikan kecil
berwana keperakan berenang mengelilingi bulan tersebut. Si kecil pun segera
duduk di sebuah perahu yang tertambat di pinggir danau, kemudian ia membawa
perahu itu di tengah alunan ombak sampai ke tempat yang ia yakin bahwa ia
berada dekat dengan di mana bulan itu berenang. Kemudian ia memasukkan jala
ikannya ke dalam air sedalam-dalamnya untuk menangkap bulan tersebut. Tetapi
ketika ia dengan penuh harapan menarik kembali jalanya, ternyata jalanya tetap
kosong, bahkan tak ada seekor ikan kecil pun di dalamnya. Si kecil tetap
mencoba dan mencoba lagi, akan tetapi sang bulan tidak membiarkan dirinya
ditangkap. Ada saatnya si kecil hampir dapat menangkap sang bulan, tetapi bulan
itu sepertinya seakan-akan menertawakannya, sehingga hal itu membuat air danau
beriak-riak dan bergelombang. Si kecil pun menjadi marah dan kecewa, ia pun
memutuskan untuk kembali ke tepi danau.
Pada saat ia menginjakkan kakinya
turun dari atas perahu, tiba-tiba terbang seekor burung hantu ke luar dari
semak-semak dan berteriak “uhuu-uhuu”. Bersamaan dengan itu berterbangan pula
burung-burung hantu kecil sambil berseru-seru membuat si kecil terkejut. Ia pun
berlari ke dalam hutan dan tiba-tiba sadar bulan pun tidak terlihat lagi,
pohon-pohon juga terlihat semakin tinggi dan menakutkan, sampai jalanan pun
hampir tidak terlihat.
Si kecil pun berlari dan berlari
sampai akhirnya ke luar dari hutan itu. Tiba-tiba bulan kembali terlihat di
langit membuat jalanan terang dan bercahaya kembali. Burung-burung hantu tadi
pun sekarang terdengar hanya di kejauhan.
Si kecil pun lega karena ia tadi
tidak bisa menjala sang bulan. Pada malam harinya, saat ia mencoba untuk tidur,
ia seakan-akan mendengar sang bulan masuk melalui jendela kamarnya dan berbisik
di telinganya: “Tidurlah sekarang anak manis, karena cahayaku tidak hanya
untukmu, masih ada ribuan anak-anak lain malam ini yang meminta
perlindunganku.”
Setelah itu diciumnya kening si
kecil dan ia pun melanjutkan perjalanannya ke langit.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar