Selasa, 27 September 2016

Kisah sebuah baju berwarna biru langit



Kisah sebuah baju berwarna biru langit

Ada seorang ibu yang sedang duduk di padang rumput, di sebelahnya terbaring anak bayinya. Bayi itu sedang tidur, tetapi sebentar lagi ia akan terbangun. Ibu itu sangat miskin, sehingga untuk membeli sepotong baju untuk anaknya itu uang pun ia tidak punya.

Dengan sedih ia memandang ke langit, yang saat itu berwarna keabu-abuan dan seolah-olah tergantung melingkupi menutupi dirinya.

“Ah”, pikirnya, “sebentar lagi hujan akan datang, dan saya tidak punya suatu apapun untuk menyelimuti anak saya, seandainya sesuatu seperti baju dapat turun dari langit untuknya.”

Kemudian tiba-tiba awan-awan di langit bergerak dan terbuka, kemudian terlihatlah sedikit langit yang biru. Ibu itu berkata, “Warna biru yang sangat cocok untuk sebuah baju anak.” Sebelum ibu itu mengatupkan bibirnya, jatuhlah sepotong langit biru itu ke pangkuannya. Potongan langit biru itu kelihatan sangat ringan dan halus, sehingga ibu itu pun ragu-ragu untuk menyentuhnya. Tetapi pada akhirnya ia pun menyentuhnya dengan hati-hati, ternyata bagaikan kain sutera yang terbaik yang pernah ada. Kemudian ibu itu menjahit kain tersebut menjadi baju untuk anaknya.

Ketika ibu itu akan memakaikan baju biru langit itu kepada anaknya, tiba-tiba anak itu menjulurkan tangannya dan tertawa dengan riangnya. Melihat hal itu ibunya menjadi sangat bahagia! “Betul-betul anak yang cantik dan sehat”, kata orang-orang yang melihat anak tersebut. Orang-orang itu pun menghadiahkannya segala hal yang ia butuhkan, bahkan berlebihan. Sejak saat itu setiap orang yang berada di dekat anak itu akan melupakan kekhawatiran mereka dan menjadi gembira.

Pada saat anak itu tumbuh semakin besar dan baju dari langit itu tidak dapat lagi dipakainya, baju itu pun terbang kembali dibawa angin ke tempatnya berasal. Dan anak itu pun mengenakan pakaian yang sama seperti anak-anak lainnya, pakaian yang terbuat dari kain linen yang kasar, pakaian yang dicuci oleh para ibu di anak sungai dan dijemur di tengah hari. Tetapi oleh karena anak itu pernah memakai baju dari langit, anak tersebut menjadi anak yang soleh dan ceria, dan apapun yang ia lakukan akan selalu berhasil dengan baik. Ia selalu ceria dan gembira seperti anak-anak lainnya, dan ia tidak pernah membuat orang lain bersedih. Dengan demikian semua orang menyayangi anak itu. Tetapi anak itu tidak pernah tahu menahu tentang keajaiban yang pernah dialaminya, bahkan ia pun tidak tahu bahwa keajaiban itu pernah ada. Bahkan kisah mengenai baju biru langit itu juga sudah lama terlupakan.

Anak itu pun tumbuh dewasa dan menjadi seorang gadis yang cantik, kemudian menjadi seorang ibu yang berbahagia. Dia mempunyai 7 anak, dan untuk ketujuh anaknya itu turun juga dari langit kain sutera ajaib yang berwarna biru langit. Ketujuh anaknya juga mengenakan kain tersebut sampai mereka tumbuh dewasa. Dan pada akhirnya anak-anaknya juga kemudian mempunyai anak-anak, dan anak-anak itu pun juga mempunyai anak-anak lagi, serta keajaiban yang sama juga dialami setiap anak tersebut.

Seringkali, apabila langit berwarna keabu-abuan orang-orang menatap ke langit, dan pada saat awan terbelah dan terlihatlah sedikit langit yang berwarn biru, orang-orang yang melihat ke langit tersebut segera berkata, “Warna biru yang sangat bagus untuk sebuah baju anak.” Mereka berharap keajaiban yang dialami sang ibu pada dahulu kala dapat terulang kembali, dan mereka dapat membuat kain ajaib tersebut menjadi pakaian untuk anak-anak mereka.

Saya yakin di antara kita pasti sudah ada yang pernah mendengar cerita ini, atau mungkin sudah pernah memakai baju biru ajaib dari langit, atau bahkan mungkin Anda tidak  percaya, bahwa memang di dunia ini ada seorang anak yang sangat beruntung yang pernah memakai baju ajaib itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar