Kisah sebuah baju berwarna biru langit
Ada seorang ibu yang sedang duduk
di padang rumput, di sebelahnya terbaring anak bayinya. Bayi itu sedang tidur,
tetapi sebentar lagi ia akan terbangun. Ibu itu sangat miskin, sehingga untuk
membeli sepotong baju untuk anaknya itu uang pun ia tidak punya.
Dengan sedih ia memandang ke
langit, yang saat itu berwarna keabu-abuan dan seolah-olah tergantung
melingkupi menutupi dirinya.
“Ah”, pikirnya, “sebentar lagi
hujan akan datang, dan saya tidak punya suatu apapun untuk menyelimuti anak
saya, seandainya sesuatu seperti baju dapat turun dari langit untuknya.”
Kemudian tiba-tiba awan-awan di
langit bergerak dan terbuka, kemudian terlihatlah sedikit langit yang biru. Ibu
itu berkata, “Warna biru yang sangat cocok untuk sebuah baju anak.” Sebelum ibu
itu mengatupkan bibirnya, jatuhlah sepotong langit biru itu ke pangkuannya.
Potongan langit biru itu kelihatan sangat ringan dan halus, sehingga ibu itu
pun ragu-ragu untuk menyentuhnya. Tetapi pada akhirnya ia pun menyentuhnya
dengan hati-hati, ternyata bagaikan kain sutera yang terbaik yang pernah ada.
Kemudian ibu itu menjahit kain tersebut menjadi baju untuk anaknya.
Ketika ibu itu akan memakaikan
baju biru langit itu kepada anaknya, tiba-tiba anak itu menjulurkan tangannya
dan tertawa dengan riangnya. Melihat hal itu ibunya menjadi sangat bahagia!
“Betul-betul anak yang cantik dan sehat”, kata orang-orang yang melihat anak
tersebut. Orang-orang itu pun menghadiahkannya segala hal yang ia butuhkan,
bahkan berlebihan. Sejak saat itu setiap orang yang berada di dekat anak itu
akan melupakan kekhawatiran mereka dan menjadi gembira.
Pada saat anak itu tumbuh semakin
besar dan baju dari langit itu tidak dapat lagi dipakainya, baju itu pun terbang
kembali dibawa angin ke tempatnya berasal. Dan anak itu pun mengenakan pakaian
yang sama seperti anak-anak lainnya, pakaian yang terbuat dari kain linen yang
kasar, pakaian yang dicuci oleh para ibu di anak sungai dan dijemur di tengah
hari. Tetapi oleh karena anak itu pernah memakai baju dari langit, anak
tersebut menjadi anak yang soleh dan ceria, dan apapun yang ia lakukan akan
selalu berhasil dengan baik. Ia selalu ceria dan gembira seperti anak-anak
lainnya, dan ia tidak pernah membuat orang lain bersedih. Dengan demikian semua
orang menyayangi anak itu. Tetapi anak itu tidak pernah tahu menahu tentang
keajaiban yang pernah dialaminya, bahkan ia pun tidak tahu bahwa keajaiban itu
pernah ada. Bahkan kisah mengenai baju biru langit itu juga sudah lama terlupakan.
Anak itu pun tumbuh dewasa dan
menjadi seorang gadis yang cantik, kemudian menjadi seorang ibu yang
berbahagia. Dia mempunyai 7 anak, dan untuk ketujuh anaknya itu turun juga dari
langit kain sutera ajaib yang berwarna biru langit. Ketujuh anaknya juga
mengenakan kain tersebut sampai mereka tumbuh dewasa. Dan pada akhirnya
anak-anaknya juga kemudian mempunyai anak-anak, dan anak-anak itu pun juga
mempunyai anak-anak lagi, serta keajaiban yang sama juga dialami setiap anak
tersebut.
Seringkali, apabila langit
berwarna keabu-abuan orang-orang menatap ke langit, dan pada saat awan terbelah
dan terlihatlah sedikit langit yang berwarn biru, orang-orang yang melihat ke
langit tersebut segera berkata, “Warna biru yang sangat bagus untuk sebuah baju
anak.” Mereka berharap keajaiban yang dialami sang ibu pada dahulu kala dapat
terulang kembali, dan mereka dapat membuat kain ajaib tersebut menjadi pakaian
untuk anak-anak mereka.
Saya yakin di antara kita pasti
sudah ada yang pernah mendengar cerita ini, atau mungkin sudah pernah memakai
baju biru ajaib dari langit, atau bahkan mungkin Anda tidak percaya, bahwa memang di dunia ini ada
seorang anak yang sangat beruntung yang pernah memakai baju ajaib itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar