Selasa, 27 September 2016

Kisah Kue Ratu Pastel



Kisah Kue Ratu Pastel
Dongeng penghantar tidur dari Prancis

Pada jaman dahulu ketika ruangan dapur masih sebesar ruang dansa, terdapat seorang jurumasak wanita pembuat kue Pastel Istana Raja Perancis, bernama Pimpernelle. Dan kisah tentng Pimpernelle inilah yang sekarang akan saya ceritakan kepada kalian.

Pimpernelle adalah seorang jurumasak wanita pembuat kue Pastel yang terbaik sehingga namanya terkenal di seluruh Prancis. Orang bilang bahwa di sana setiap warga bersantap seperti seorang Raja, dan seni memasak dihargai sangat tinggi seperti seni melukis dan membuat puisi.

Kepala rumah tangga Istana hanya tinggal memberikan isyarat apabila ia membutuhkan Pimpernelle, “Hari ini akan datang Adipati dari Humberland Utara dan Adipati dari Humberland Selatan, mereka ingin menipu Raja kita.” Segera Pimpernelle mengambil kotak Lada dan menabur bubuk lada secara merata ke dalam isi kue Pastel, supaya kedua Adipati tersebut terpaksa terus menerus meminum air. Dan terjadilah seperti yang sudah direncanakan Pimpernelle, sehingga mereka melupakan rencana mereka untuk menipu Raja.

Pada suatu waktu Pimpernelle menghidangkan kue Pastel sarang burung untuk anak perempuan Kaisar Cina. Tiba-tiba di tengah perjamuan, Putri itu memeluk Raja dan mencium pipi sang Raja kanan dan kiri, kejadian ini tidak setiap saat dialami oleh Raja Perancis.

Di saat yang lain Pimpernelle menyisipkan buah arbei dengan takaran yang tidak sedikit ke dalam kue pastel yang seharusnya terbuat dari buah persik untuk seorang utusan dari kerajaan Spanyol. Setelah memakannya, utusan Spanyol tersebut hanya bisa pergi terbirit-birit disertai amarah yang besar ke segala penjuru istana, yang akhirnya sampai ke tempat sang Raja sedang jalan.

Bagaimana mungkin lagi sang utusan Spanyol tersebut dapat membujuk Raja Perancis untuk berperang? Karena bagaimana pun juga kedua kakinya hanya dapat gemetar saja.

“Ah” pikir Pimpernelle “saya memang hanya seorang pembuat kue Pastel untuk Raja, tetapi sebenarnya kedudukan saya itu sama pentingnya seperti Raja. Tapi hanya ia saja yang menerima kemashyuran, saya benar-benar tidak dapat menerima hal ini.”    

Dan mulailah Pimpernelle berperilaku seakan-akan semua orang membungkukkan badan mereka kepadanya, dan orang-orang lain pun berkata, ”Mungkin kue Pastel sudah tumbuh tinggi di dalam kepalanya.”, tetapi ejekan ini juga tidak berpengaruh sedikit pun terhadapnya.

Suatu ketika Kepala dapur Istana sedang tidak ditempat, Pimpernelle menyelinap keluar dari dapur dan naik ke ruangan atas istana. Supaya ia tidak dikenali orang lain, ia menutupi dirinya dengan Mantel yang mewah, yang tergantung di salah satu koridor di istana.

Lalu berjalan-jalanlah ia dari satu ruangan ke ruangan lain, dan karena sepatunya tidak dibersihkannya sebelumnya, tinggallah selalu jejak-jejak kaki dari tepung putih kue Pastel di lantai-lantai yang ia injak. Akhirnya sampailah Pimpernelle di ruang takhta Raja, dimana terdapat kursi takhta emas dengan kemegahannya. “Kenapa tidak saya coba saja duduk sekali di kursi takhta kerajaan?” pikir Pimpernelle. “Mungkin saya bisa kelihatan terhormat dan disegani seperti Raja.”

Pada saat yang sama ia segera naik ke tangga podium Raja dan duduk di kursi bantalan yang empuk itu.

Sementara itu sidang Dewan Istana telah selesai dan Raja ingin mengambil Mantelnya yang tergantung di Koridor, namun ia tidak menemukannya. Lalu Raja memanggil Menteri dan Menteri memanggil Pengurus Kerajaan, Pengurus Kerajaan memanggil asistennya, Dan asisten itu memanggil seorang pelayan. Tetapi semuanya tidak berhasil menemukan Mantel Raja. Namun mereka menemukan hal lain, yaitu jejak kaki berwarna putih, yang mengarah dari koridor ke arah ruang takhta Raja.

Yang terlihat pertama kali oleh Raja adalah sesuatu yang aneh duduk di tempat duduknya, Sang Raja sendiri tidak mempercayai matanya. “Saya adalah Raja Perancis” seru Raja, “Siapa yang berani memakai Mantel unggu saya, itu merupakan barang yang benar-benar berharga.”

Pada saat itu bergeraklah sosok yang duduk di kursi takhta Raja dan di balik Mantel tersebut terlihatlah celemek Koki berwarna putih yang besar dan lebar.

Kalian semua sudah pasti tahu ya, itu adalah Pimpernelle, si jurumasak pembuat kue Pastel, yang bersembunyi di dalam Mantel dan sekarang ia pasti lebih suka tenggelam di dalam bumi, tapi hal tersebut sudah terlambat. Sementara itu semua warga istana sudah berkumpul, termasuk Kepala dapur Istana yang sudah kembali. 

“Ya ampun.” seru Kepala dapur Istana, “Itu adalah jurumasak pembuat kue Pastel ? Pimpernelle, turunlah, kamu pasti telah berkeliaran dari dapur kue Pastel mu ke ruang takhta Raja, kamu seharusnya tidak melakukan hal ini.

Pada awalnya Raja memandang Kepala dapur Istana, kemudian berpaling ke Pimpernelle, yang wajahnya terlihat merah merona seperti kepiting rebus dari balik Mantel. Lalu sang Raja pun mulai tertawa terbahak-bahak sampai tawanya itu menggema di ruangan itu. Ia tertawa sampai air matanya mengalir di kedua pipinya dan pengikut-pengikut Raja pun mau tidak mau ikut tertawa. 

“Oh, Jadi kau, Pimpernelle, yang selalu membuatkan saya kue Pastel yang sangat enak itu.” Kata Raja kemudian, “karena itu kah, kamu percaya, kamu dapat juga memerintah Kerajaan saya?”

“Ampunilah saya Yang Mulia,” jawab Pimpernelle sambil menangis terisak-isak, “saya akan mempersiapkan kue Pastel yang terbaik, kue Pastel yang tidak pernah dimakan oleh Raja manapun.”

Sang Raja kembali tertawa dan berseru, “Saya adalah Raja Perancis, dan kau harus memegang perkataanmu itu, air liur sudah mengalir di mulut saya.”

Bergegas Pimpernelle kembali ke dapur dan membiarkan kuali serta sendok-sendoknya berdansa. Ia memanggang kue Pastel, yang mana sampai sekarang orang-orang di Perancis masih tetap membicarakannya.

Ketika Raja membiarkan kue itu sepotong demi sepotong mencair di lidahnya, berserulah Raja sambil tersenyum simpul, ”Pimpernelle ini adalah seorang Ratu kue Pastel dan karena itu kue Pastel ini akan dinamakan kue Ratu Pastel”. Dan sampai sekarang pun nama kue Pastel itu masih tetap kue Ratu Pastel.

Apa yang saya inginkan sekarang, adalah anda dan saya dapat segera terbang ke Perancis untuk mencicipi sepotong kue Pastel itu.  


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar